Minggu, 18 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Dinkes Mengklaim Penderita Kusta Turun, Ini Angkanya

Minggu, 15 Apr 2018 13:00 | editor : Radfan Faisal

kusta, lepra, penyakit, dinkes, kemenkes

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

BUGULKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mengklaim kasus kusta menurun. Dari 2016 lalu penderitanya mencapai 13 orang, turun drastis di tahun 2017 dengan hanya 3 penderita saja.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena mengungkapkan, turunnya angka penderita kasus kusta itu setelah Dinkes rutin melakukan sosialisasi cara pencegahannya. Tak hanya di tingkat kelurahan, bahkan lembaga pendidikan juga didatangi.

“Alhamdulillah, jumlah temuan kasus kusta tahun lalu menurun. Kami hanya menemukan tiga kasus saja dan semuanya berhasil disembuhkan. Jadi, tidak ada yang sampai meninggal,” katanya.

Shierly menjelaskan, seluruh penderita kusta di Kota Pasuruan berhasil disembuhkan sebab penyakitnya baru tahap awal. Namun, ia menyebut stigma keluarga yang menjauhi penderita di Kota Pasuruan masih ada. Padahal kusta dapat disembuhkan.

Menurutnya, penyakit ini timbul karena tubuh penderita dijangkiti bakteri mycobacterium leprae. Penularannya pun tidak mudah. Sebab diperlukan kontak lama dengan penderita hingga tahunan sebelum bakteri itu menjangkiti tubuh lainnya.

Ia menjelaskan pihaknya terus melakukan penyuluhan secara aktif melalui pemeriksaan di sekolah dan di setiap kelurahan oleh puskesmas. Dengan jemput bola ini, penyakit kusta dapat diketahui sejak dini. Sehingga penderita masih dapat tertangani.

“Masih ada stigma negatif pada penderita kusta. Padahal penyakit ini bisa disembuhkan. Asalkan ada kemauan dari penderitanya dengan minum obat secara teratur,” terang Shierly.

(br/riz/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia