Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Mertua Melarang Berbisnis untuk Cari Tambahan Penghasilan

Selasa, 03 Apr 2018 12:00 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 32, warga Bangil, Pasuruan, untuk mencari penghasilan tambahan dengan menerima pesanan kue, ternyata tidak didukung ibu mertuanya. Sang mertua beranggapan, kesibukan Minthul berbisnis membuat kerjaan rumah jadi tak terurus.

Mertuanya cukup cerewet. Seringkali Minthul dengan sang mertua bertengkar. Capek sering bertengkar dan tak rukun di rumah. Minthul pun akhirnya memilih minggat dari rumah mertuanya.

Ia menceritakan, bahwa pernikahannya dengan Tole (juga nama samaran), 33, sudah berjalan hampir 5 tahun. Dari situ mereka sudah memiliki satu orang anak yang masih balita. “Sejak menikah, saya memang gak bekerja,” terangnya.

Kebutuhan hidup yang makin tinggi, tidak dibarengi dengan naiknya gaji suami. Hal itu membuat Minthul sering kali pusing saat akhir bulan. Karena itu, ia mencari cara agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Awalnya Minthul memang ingin bekerja lagi sebagai buruh pabrik seperti dulu. “Tapi, mertua dan suami gak ngizinin. Alasannya tidak ada yang ngurus anak dan rumah. Jadi ya saya nurut tetap di rumah,” terangnya.

Akhirnya, Minthul berinisiatif membuat kue. Kebetulan, ia punya keahlian itu. Modal membuat kue, berasal dari tabungan sisa uang belanja. Hasil kreasinya, ia unggah di media sosial. “Kemudian saya coba tawarkan ke facebook. Ternyata ada yang beli. Rata-rata dari teman-teman lama,” terangnya.

Sebagai pebisnis pemula, hal ini tentu saja membuat Minthul bersemangat. Namun dari awal, ibu mertuanya yang tinggal satu rumah, sepertinya tidak senang dengan kesibukan baru menantunya itu. “Dia sudah nyinyir dari awal, paling bentar aja gak laku,” tiru Minthul.

Dari cibiran ibu mertuanya, entah kenapa justru membuat Minthul lebih bersemangat untuk menunjukkan potensinya. Tak hanya berjualan lewat media sosial, Minthul juga menghubungi teman-temannya yang juga berbisnis serupa. Tujuannya, jika kebanyakan order, bisa dilempar padanya.

“Dan, ternyata dari koneksi justru lebih ramai. Saya senang saja ikut membantu membuat kue. Soalnya bisa buat tambahan uang,” terangnya. Sayangnya, ibu mertuanya justru tidak mendukung. Seperti enggan bantu merawat cucunya. Mertua sering mengeluh karena Minthul tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah.

“Yang bikin saya jengkel, dia bahkan sering menyembunyikan alat dapur, termasuk hitung-hitungan soal elpiji dan listrik. Padahal, ya selama ini juga dari uang Tole dan saya yang bayar,” terangnya.

Kondisi yang tak nyaman tersebut, akhirnya membuat Minthul dan ibu mertuanya jadi sering bertengkar. Kondisi ini juga sering dikeluhkan Minthul ke Tole.

“Eh Tole malah dukung ibunya. Katanya saya gak usah capek cari uang. Padahal dari pendapatan dia jelas sering gak cukup,” katanya menggerutu.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia