Minggu, 18 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Liputan Khusus
Geliat Prostitusi di Kabupaten Probolinggo (2)

Dinkes Hanya Bisa Lakukan Pembinaan pada PSK

Sabtu, 31 Mar 2018 11:30 | editor : Radfan Faisal

prostitusi, psk, pekerja seks komersial, pelacur, kupu-kupu malam, wanita, tuna susila, perempuan malam, free sex, seks bebas, hiv, aids

PEMBINAAN: Beberapa PSK yang berhasil diamankan Satpol PP dari lokalisasi di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, saat diserahkan ke Dinsos setempat. (Dokumen)

PROBOLINGGO - Hasil razia pekerja sek komersial (PSK) pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, ending-nya ditangani oleh pihak Dinas Sosial setempat. Itu, untuk dilakukan pembinaan agar mereka tidak mengulangi lagi pekerjaan itu.

Sementara itu, Retno NG. Djuwitani, kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya hanya berperan melakukan pembinaan pada PSK yang terjaring razia. Termasuk melakukan tes kesehatan, bekerja sama dengan puskesmas terdekat.

Dinsos juga mendata identitas PSK dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada dari mereka yang pernah terjaring sebelumnya. “Untuk yang sudah dua kali kenah razia itu ada penanganannya sendiri. Jadi, dibedakan dengan yang hanya terkena satu kali razia,” ungkapnya.

PSK yang lebih dari sekali terkena razia, maka Dinsos mengikutsertakan mereka dalam pelatihan. Tak hanya memberikan pelatihan, PSK yang punya keinginan kuat berubah, maka akan difasilitasi dengan bantuan alat.

Semua PSK yang terjaring razia, menurut Retno, akan mendapat pembinaan seketika itu juga. “Tujuannya, menyadarkan dan memulihkan kondisi fisik, mental, psikis, sosial, sikap, dan perilaku mereka,” jelasnya. Dinsos juga berkoordinasi dengan pihak desa dimana PSK tersebut tinggal. Melalui pihak desa, keluarga diminta menjemput.

(br/sid/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia