Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Mertua Sukanya Main Perintah, Padahal Ikut Menjodohkan

Kamis, 22 Mar 2018 09:15 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

PEKERJAAN rumah yang seabrek, membuat Minthul (nama samaran), 22, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, seringkali kecapekan. Bahkan, gara-gara itu, dia malah jatuh sakit. Kondisi ini malah membuat ibu mertuanya kesal. Minthul dituding lemah karena berkali-kali sakit.

Kondisi itu berdampak pada rumah tangga Minthul dan Tole (juga nama samaran), 28. Minthul dan mertuanya terlibat perang dingin. Suasana rumah pun tak lagi nyaman. Seharusnya, rumah tangga mereka adem ayem. Karena, Tole dan Minthul dinikahkan atas kesepakatan orang tua masing-masing alias dijodohkan.

Pernikahan keduanya bermula ketika Minthul merampungkan pendidikannya di pondok pesantren. Minthul kemudian dikenalkan dengan Tole yang sedang mencari pendamping hidup. “Saya nurut saja, lagipula Tole juga sudah bekerja dan niat cari istri. Karena itu saya gak bantah saat akan dinikahkan,” ceritanya.

Dari proses kenalan, lamaran, sampai menikah, diakui Minthul memang cukup singkat. Setelah menikah, Minthul langsung diboyong ke rumah orang tua Tole. Sejak tinggal bersama sang mertua itulah, Minthul menyadari betapa beratnya menikah. Ia tak kerasan karena sikap mertuanya yang main perintah.

Sementara, Tole sendiri cuek padanya. Tak pernah ada hubungan mesra layaknya suami istri. Tole juga tak pernah perhatian pada Minthul. “Keluarganya juga sama saja. Saya cuma dianggap pembantu yang harus ngurusin rumah,” terangnya.

Meski tak harmonis, namun pernikahannya dengan Tole dikaruniai seorang anak. Ia tidak mengelak, karena pekerjaan rumah yang menggunung, serta masih merawat sang anak, membuat kondisi tubuhnya lemah. Kondisi itu ternyata tak dimengerti oleh keluarga sang suami. Pekerjaan rumah tetap dibebankan pada Minthul.

Di rumah mertuanya, selain ada Tole, kedua orang tua, juga ada 3 adik Tole yang masih tinggal bareng. Urusan mencuci pakaian adik iparnya, menjadi tanggungjawab Minthul. Belum lagi setrika, menyapu, mengepel, memasak, cuci piring dan sebagainya. Karena kelelahan itulah, Minthul jadi sering sakit.

Mulanya, mertuanya tak memprotes ketika Minthul lebih banyak istirahat gara-gara kelelahan. “Tapi, lama-lama saya dimarahi. Katanya tidak boleh manja. Kalau sakit dilawan. Kalau dibiarkan lemas, katanya tambah sakit,” terangnya.

Padahal, Minthul mengaku benar-benar tidak kuat karena rasa sakit yang dideritanya. Kadang, ia sampai dimarahi mertua. Yang membuatnya menangis, Tole tak membelanya. Karena tak tahan, Minthul menggugat cerai suaminya. Ia lebih nyaman bercerai karena tak lagi menjalani rudapaksa.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia