Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Demi Bayar Utang, Warga Petungasri-Pandaan Nekat Jualan Togel

Rabu, 21 Mar 2018 10:00 | editor : Fandi Armanto

togel, ecer, pengecer, penjual, jualan, judi, toto gelap, nomor

DIRILIS: Tersangka Naim (paling kiri) bersama dua pelaku kejahatan lainnya saat dipamerkan Satreskrim Polres Pasuruan kepada media, Selasa (20/3). (Iwan Andrik/Radar Bromo)

BANGIL - Hutang itu memang berat. Tak kuat membayar, bukan hanya membuat kepikiran. Bahkan, bisa berbuat kriminal.

Hal itulah yang akhirnya dirasakan Naim, 49, warga Petungasri, Kecamatan Pandaan. Berdalih untuk membayar hutang, ia nekat menjadi pengecer togel. Alhasil, utang tak kunjung dibayar, ia pun harus meringkuk di tahanan.

Padahal, ia bukan sekali ini meringkuk di penjara. Ia sudah dua kali, menjalani hari-hari di penjara. Kasusnya sama. Menjadi pengecer togel. “Saya tiga kali ini ditangkap gara-gara togel. Saya terpaksa, karena untuk membayar hutang,” ungkap Naim.

Naim ditangkap Senin (19/3) sekitar pukul 12.00. Ia ditangkap di terminal Pandaan, saat tengah mengecer.

Selasa lalu  (20/3) ia dipamerkan anggota Satreskrim Polres Pasuruan, bersama dua tersangka kejahatan lainnya. Mereka Amin, 43, Ngerong, Kecamatan Gempol yang merupakan tersangka perampokan serta M. Mahrus, 35, warga Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, atas kasus pencurian dengan pemberatan.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso menguraikan, Amin ditangkap setelah terlibat melakukan perampokan di rumah Nur Hidayat 2016 silam. Penangkapan Amin dilakukan, setelah dua rekannya terlebih dahulu ditangkap.

Sementara Mahrus, ditangkap setelah melakukan pembobolan sebuah rumah. Korbannya, menimpa Muhajir, warga Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan. Ia ditangkap 15 Maret 2018 sekitar pukul 05.30.

Mahrus melakukan pencurian itu Januari 2018. Ia masuk rumah korban bersama rekannya yang masih DPO. Tersangka kemudian membawa motor Honda Supra nopol W 6183 RA.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka bukan hanya sekali melakukan aksi pencurian. Ia terlibat beberapa kali kejahatan. Termasuk pencurian sapi di daerah Kejayan. “Para tersangka dijerat pasal berbeda. Untuk perjudian, dijerat pasal 303, sementara untuk perampokan dijerat pasal 365 dan pencurian dengan pemberatan dijerat 363 KUHP,” beber Budi.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia