Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Kraksaan

Ini Hasil Pemeriksaan Inspektorat soal Ambruknya SDN Palangbesi II

Senin, 19 Mar 2018 10:20 | editor : Muhammad Fahmi

galvalum, atap, sekolah, ambruk, sdn palangbesi ii, tak kokoh

TAK TEMUKAN PELANGGARAN: Kondisi atap SDN Palangbesi II yang ambruk, beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)

KRAKSAAN - Ambruknya atap tiga ruang kelas SDN Palangbesi II, Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mulai terang. Itu, setelah Inspektorat Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan itu, inspektorat tidak menemukan adanya penyalahgunaan dalam rehabilitasi fasilitas pendidikan ini. Karenanya, Inspektorat menyimpulkan kejadian itu murni akibat bencana alam.

Kepala inspektorat Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Probolinggo. Pihaknya juga diberi kesempatan menyelidiki dan mengklarifikasi atas ambruknya atap SDN Palangbesi II.

“Saya sudah klarifikasi dan memanggil semua pihak terkait. Mula konsultan pengawas, pelaksana proyek, kepala sekolah, dan pabrikan galvalum,” katanya.

Tanto mengaku, juga sudah memeriksa semua berkas yang dalam kegiatan rehabilitasi tahun 2012. Mulai proses perencanaan, lelang, dan pertanggungjawabannya sudah lengkap dan tidak ada yang bermasalah.

Pihaknya juga mengukur galvalum yang digunakan sebagai atap SDN itu. Hasilnya, sudah sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB). Baik itu dari ketebalan maupun kualitasnya.

Pihaknya juga memanggil pihak pabrikan galvalum untuk memastikan ukuran dan bahan galvalum, apakah sudah sesuai RAB. Termasuk, genting yang digunakan.

“Konsultan pengawas juga sudah kami periksa dan menyebutkan pengerjaan sudah seuai RAB dan tepat waktu pada tahun 2012. Jadi, tidak ada praktik penyalahgunaan sampai tidak sesuai dengan bestek atau RAB,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, menurutnya, ambruknya atap sekolah itu murni karena bencana alam. Ditambah keterangan dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) menjelang kejadian, ada pernyataan Bupati Probolinggo, kondisi cuaca ekstrem dan daerah itu rawan bencana.

“Ternyata benar, hujan deras terjadi selama tiga hari sebelum kejadian. Akibat diguyur hujan terus menerus, genting semakin berat dan beban galvalum semakin berat pula,” ujarnya.

Diketahui, Minggu (11/2) lalu, tiga atap bangunan SDN II Palangbesi, ambruk. Sebelum ambruk, enam bulan sebelumnya sebagian atap sudah disangga dengan bambu.

Sejatinya, atap gedung ini baru direhab pada 2012. Namun, Inspektorat memastikan ambruknya atap sekolah ini murni karena bencana.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia