Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Gaji Habis untuk Bayar Cicilan Mobil Orangtua

Senin, 19 Mar 2018 09:05 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

NIAT Tole (nama samaran), 31, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, untuk tetap berbakti dengan membantu cicilan mobil orang tua, justru menjadi bumerang bagi rumah tangganya. Ini, lantaran gara-gara untuk bayar cicilan, perekonomian keluarga menjadi terganggu.

Minthul (juga nama samaran), 27, adalah orang yang paling merasakan dampaknya. Bahkan, Minthul sampai merasa capek dengan gaya hidup mertuanya. Padahal, sebagai karyawan perusahaan, gaji Tole hanya cukup untuk membiayai kebutuhan primer dan sekunder saja.

“Memang sih, di atas UMK (Upah Minimum Kabupaten, Red). Tapi, kan kalau semua cicilan dibebankan ke Tole, ya jelas berat,” jelasnya.

Minthul dan Tole sendiri sudah menjalani biduk rumah tangga selama 2 tahun. Dari pernikahan itu, mereka sudah dikaruniai satu orang anak. Kendati dari luar terlihat adem ayem, ternyata rumah tangga mereka bak menyimpan bara dalam sekam. Persoalannya, cicilan mobil keluarga Tole.

Sementara, pendapatan keluarga memang hanya mengandalkan gaji Tole. Maklum,  menikah dan hamil, Minthul memutuskan berhenti kerja. Yakni, saat usia kandungannya sudah sekitar 7 bulan. Mundurnya Minthul dari perusahaan tempatnya bekerja, juga atas desakan keluarga Tole.

Selama ini, Tole dan Minthul memang masih numpang di rumah orang tua Tole.  Minthul mengatakan, dari awal mereka memang ingin segera bisa mandiri. Entah mengontrak atau mulai mencicil rumah. Tapi, keinginan dan realisasinya memang tak selalu sejalan.

“Terutama setelah saya berhenti kerja dan jadi ibu rumah tangga. Gaji dari Tole saja jelas gak cukup untuk membeli rumah,” jelasnya.

Kondisi keuangan keluarga semakin kembang kempis, ketika orang tua Tole memaksa membeli mobil. Tole jadi ketiban sampur. Karena ia juga diminta membayar cicilannya. Padahal, saat itu kebutuhan hidup pasangan suami istri (pasutri) ini bertambah, seiring hadirnya buah hati mereka.

Orang tua Tole beralasan, mobil baru nanti bermanfaat ketika ada acara yang harus dihadiri seluruh anggota keluarga. Apalagi dengan kehadiran anak kecil, tentu susah jika diajak naik motor. Semula, Minthul setuju saja. Keputusannya berubah tatkala mertuanya minta tole yang membayar cicilannya.

Minthul mengakui, jika uang muka pembelian mobil memang dari mertuanya. Namun, justru yang berat menurutnya adalah cicilan setiap bulan. “Belum buat beli keperluan anak. Eh, ternyata tiap bulan Tole terus yang disuruh bayar. Akibatnya, sebagian besar gaji Tole habis buat bayar cicilan mobil,” jelasnya.

Kondisi itu membuat Minthul kecewa. Tak jarang ia mengeluhkan kondisi tersebut. Tapi, Minthul justru disalahkan. Minthul makin kesal karena Tole justru membela orang tuanya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia