Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Ogah Pungut Anak untuk Pancingan

Rabu, 14 Mar 2018 11:30 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

SETELAH hampir 5 tahun menikah dan tak kunjung memiliki momongan, Minthul (nama samaran), 33, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, ini berinisiatif untuk memungut anak sebagai pancingan. Sayangnya, Tole (juga nama samaran), 35, suaminya ogah menuruti permintaan tersebut.

Minthul jelas kecewa dengan keputusan Tole. Ini, lantaran selama menikah, hanya Minthul saja yang getol untuk berusaha memiliki anak. “Malu. Lama menikah tak punya anak. Jadi, saya benar-benar ingin punya momongan,” terangnya.

Sudah menjadi naluri perempuan yang menikah untuk segera memiliki anak. Selain untuk melengkapi kebahagiaan pernikahan, dengan hadirnya anak, pernikahan mereka bisa menjadi lebih berarti.

Minthul akui, sepanjang menikah, mereka tidak pernah memiliki masalah finansial. “Tapi, kalau belum ada anak, tetap dianggap gak sempurna. Termasuk saya juga capek mendengarkan pertanyaan kapan punya anak dari kanan kiri,” jelasnya.

Dari segi kesehatan, mereka memang sudah pernah periksa ke dokter. Hasilnya, keduanya dinyatakan sehat. Namun, mungkin karena belum takdir, sehingga sampai diusianya yang sudah kepala tiga, Minthul tak kunjung hamil.

Segala usaha dilakukan, mulai teknik hamil menggunakan kalender subur, sampai minum jamu. “Tapi, gak ada hasilnya. Sampai-sampai pernah ada yang nyeletuk, saya atau suami mandul. Saya sampai nangis,” katanya berkaca-kaca.

Sampai akhirnya, ada saudara Minthul yang menyarankan agar mereka mengasuh anak sebagai pancingan. “Katanya sih buat pancingan. Jadi, kita ngasuh anak, nanti beneran bisa hamil. Dan, banyak yang terbukti seperti itu. Karena saya benar-benar pengen anak, jadi saya ngotot ingin ngasuh anak saja,” jelasnya.

Namun di luar dugaan, Tole malah menolak mentah-mentah usul tersebut.  Alasannya, Tole enggan mengasuh anak orang lain termasuk membiayai hidupnya. Padahal, usulan Minthul ini adalah anak dari sepupunya. Kebetulan, sepupunya ini anaknya banyak. Dia rela jika salah satu anaknya diasuh Tole dan Minthul.

“Tapi, Tole nggak mau. Katanya buat apa seperti itu, gak masuk akal,” ungkap Minthul menirukan pernyataan suaminya. Tapi, karena Minthul sudah ngebet, ia akhirnya membawa anak angkatnya ke rumah. Tole yang mengetahui hal itu, mencak-mencak. Ia marah dan menganggap istrinya tak mematuhi perintahnya.

Akibatnya, pertengkaran pun tak bisa dihindari. Bahkan, masalah ini jadi masalah keluarga. Lantaran ibu kandung si anak juga tersinggung karena menganggap anaknya dijadikan mainan. Hubungan Minthul dan Tole pun makin retak. Minthulpun akhirnya memilih pisah lantaran Tole juga tak pernah ada usaha untuk memiliki anak.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia