Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Istri Malas Urus Rumah karena Sering Dihina Keluarga Mertua

11 Maret 2018, 10: 45: 59 WIB | editor : Radfan Faisal

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

MEMPUNYAI hubungan jarak jauh dalam rumah tangga memang sulit. Apalagi jika istri menumpang hidup di rumah mertua. Seperti yang dikeluhkan oleh Minthul (nama samaran), 27, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini. Ia mengeluh karena sering difitnah sebagai perempuan pemalas.

Minthul menuturkan, selama ini ia merasa rajin mengerjakan pekerjaan rumah. Ternyata, hal itu belum cukup bagi keluarga sang suami. Bahkan, Tole (juga nama samaran), 30, sang suami dilapori keluarganya kalau dia malas menyelesaikan pekerjaan rumah. Tole yang mudah percaya dengan aduan itu, kemudian memarahi Minthul.

Semula, Minthul berusaha sabar dan memendam amarah. Namun, lama kelamaan ia jengkel. Minthul semakin kesal, lantaran sang suami tak mau mendengar pembelaannya. Karena itulah, Minthul memutuskan mengakhiri jalinan pernikahan itu saat usia kebersamaan mereka menginjak 2 tahun.

“Sebenarnya yang bikin hancur ya orang lain. Apalagi suami saya tipe yang lebih percaya omongan keluarganya daripada istrinya sendiri,” ungkapnya. Minthul mengatakan memang kenal Tole terlalu singkat. Sempat pacaran dalam beberapa bulan, hingga akhirnya memilih segera menikah karena terburu faktor usia.

Keputusan yang serba singkat itu, membuat Minthul kurang tahu betul sifat dari suaminya tersebut. Apalagi setelah menikah, Tole sempat ganti pekerjaan. Awalnya Tole masih bekerja di Pasuruan sehingga mereka bisa tinggal bareng. “Trus katanya gak kerasan. Pindah kerja sampai 2 kali dan terakhir ini malah milih kerjaan yang ada di Surabaya,” terangnya.

Minthul mengatakan, sempat keberatan karena jarak tempat kerja yang jauh. Namun setelah diterima, Tole malah melarang Minthul untuk ikut merantau ke kota lain. Tole menyuruh istrinya untuk tetap tinggal bareng mertua.

Tole sendiri memilih indekos layaknya bujangan. Ia menuruti perintah suaminya untuk tinggal di rumah mertua. Sebagai menantu yang dirumah saja, Minthul memang harus ikut membantu pekerjaan rumah.

Masalah mulai muncul saat Tole sudah merantau. Apalagi Tole dikatakan jarang pulang, bahkan pernah sampai 2 pekan sekali. Hal ini jelas membuat Minthul resah. Karena bagaimanapun, gak enak jika tinggal berjauhan sama suami. Pernah Minthul mengeluh ingin kembali ke rumah orang tuanya saja. Namun ia mengurungkan niatnya tersebut.

“Malah diancam sama Tole sebagai istri durhaka. Pokoknya, saya harus nurut sama suami untuk ikut bantu di rumah mertua,” terangnya. Namun Minthul mengaku memang tidak pernah cocok dengan keluarga Tole. Ini lantaran semua pekerjaan Minthul dikatakan selalu saja salah dan dikomentari. Terutama masalah masakan, yang katanya tidak enak. “Sehingga saya gak lagi dikasih tugas memasak, jadi kerjaan yang lain,” terangnya.

Minthul mengaku sudah menyapu, mengepel, bahkan mencuci semua baju di rumah. Tapi, entah kenapa keluarga Tole selalu saja memfitnahnya dan memberikan kabar yang tidak baik. Fitnahannya pun macam-macam. Mulai malas, ataupun hanya tidur saja di rumah, termasuk gak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.

Hal ini tentu saja membuatnya sering salah paham dan ujung-ujungnya membuat bertengkar dengan Tole dan keluarga besar Tole. Tak tahan diperlakukan seperti itu, Minthul memilih minggat.

“Dan Tole tetap saja lebih percaya ke keluarganya, termasuk jadi menyalahkan saya terus. Akhirnya ya sudah saya pilih cerai saja mumpung belum ada anak,” pungkasnya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia