Senin, 22 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
PERSEKABPAS

Dua Kandidat Manajer Persekabpas Minta Harus Ada Transparansi

Sabtu, 10 Mar 2018 10:30 | editor : Fandi Armanto

rusdi sutejo, suryono pane, kandidat, manajer, manager, persekabpas, pasuruan

DUA KANDIDAT: Suryono Pane dan Rusdi Sutejo. (Dok. Radar Bromo)

BANGIL - Proses pencarian manajer Persekabpas musim 2018 terus berlanjut. Dalam waktu dekat ini, jajaran pengurus tim berjuluk Laskar Sakera itu bakal menjalin komunikasi dengan dua kandidat yang namanya muncul di permukaan.

Komunikasi itu juga yang dinantikan oleh dua kandidat. Yakni Suryono Pane dan Rusdi Sutejo. Keduanya juga menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan pengurus. Utamanya menyangkut mekanisme dan kebijakan, jika nanti terpilih.

Sebelum mengiyakan untuk bersedia dijadikan pengurus, keduanya sama-sama sepakat untuk mengetahui, apa saja poin-poin yang akan menjadi kewenangan seorang manajer. Begitu pula dengan kebijakan ataupun target Persekabpas, saat berlaga di Zona Jatim Liga 3.

“Apa saja yang bisa dilakukan manajer dan kewenangannya seperti apa? Tentu kami perlu tahu kan. Begitu pula dengan mekanisme di dalamnya,” beber Suryono Pane, salah satu kandidat calon manajer Persekabpas.

Praktisi hukum yang juga aktivis asal Gununggangsir tersebut menyebutkan, mekanisme itu bukan hanya soal anggaran. Tetapi, juga soal penggunaan anggaran.

Sebagaimana diketahui, Persekabpas masih diperbolehkan untuk mendapatkan dana dari APBD. Sebab, Liga 3 masih masuk liga amatir. Nah, pengurus harus membeber, sejauh mana dana yang diperoleh dari APBD tersebut dan rencana pengelolaannya.

Termasuk, detail untuk gaji pelatih, pemain, dan ofisial. Sehingga, manajer akan tahu, mana yang kekurangan dan bagaimana menyikapinya.

“Manajer itu kan melakukan penataan. Tentu harus tahu, apa saja kekurangannya. Bukan ujuk-ujuk menjadi manajer, hanya menanamkan modalnya semata. Tetapi, tidak dilibatkan atau kewenangannya sedikit dalam menata tim,” beber Suryono.

Contoh kecil Suryono menyebutkan, seperti mengambil pemain dan pelatih. Pengurus sejauh ini sudah melakukan seleksi dan menunjuk pelatih kepala, tanpa berdiskusi dengan manajer.

Nah, yang jadi pertanyaan, apakah pemain dan pelatih tersebut cocok untuk kebutuhan tim? “Kalau kurang, manajer bisa menambahkan pemain. Atau mengganti pelatih. Apakah sampai sejauh itu kewenangannya? Bukan hanya sekadar menanam modal, lalu mempercayakan sepenuhnya ke pengurus,” beber Suryono.

Hal senada juga diungkapkan Rusdi Sutejo, calon kandidat lainnya. Menurut dia, butuh transparansi untuk mengelola sebuah tim sepak bola. Nah, manajer perlu mengetahui hal tersebut.

“Manajer itu kan ikut menata. Mencari solusi, bila menemui kendala. Jadi, yang dibutuhkan manajer itu kekompakan, efektifitas dan efisien. Di sini fungsi manajer dalam mengambil dan menentukan kebijakan. Nah, di sini harus diketahui seberapa besar peran manajer,” beber lelaki yang juga anggota DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut.

Menurut Rusdi, sejauh ini belum ada komunikasi lebih lanjut dengan pengurus Persekabpas. Namun, jika nantinya pengurus merapat ke dirinya, itu juga akan ditanya oleh dirinya.

“Jadi, konsep dan mekanismenya harus jelas. Transparansi yang terpenting, supaya sepak bola khususnya Persekabpas, ada target untuk beranjak naik. Pengelolaan terutama keuangan harus ketat, agar jangan sampai ada stigma, mencari uang di sepak bola. Mencari uang itu boleh, tetapi kan pada posisi tertentu. Misalnya, pelatih, pemain, dan ofisial,” terang Rusdi.

Sampai sejauh ini, baik Suryono Pane dan Rusdi Sutejo mengaku, siap-siap saja untuk menjadi calon manajer. Bahkan, keduanya mengaku, bisa menjembatani tim untuk mencari dukungan dan sponsor.

(br/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia