Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Model Otoriter, Semua Gaji Istri Diminta

Senin, 19 Feb 2018 16:42 | editor : Fandi Armanto

ono ono ae, tole, minthul, suami, istri, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

ISTILAH gaji suami untuk istri, dan gaji istri milik istri tidak berlaku bagi Tole (nama samaran), 31, warga Purwosari, Pasuruan. Sikap “otoriter” diterapkan dalam kehidupan rumah tangganya. Betapa tidak, dia meminta semua gaji istrinya yakni Minthul (juga nama samaran), 26.

Sikap itu dilakukannya lantaran Tole ingin mengelola keuangan rumah tangga.

Geregetan karena suaminya yang pelit, Minthul pun tak tahan lagi dan memilih bercerai saja di Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengatakan, benar-benar nelangsa dengan sikap suaminya yang dianggapnya suka seenaknya sendiri. Padahal, Minthul sendiri harus kerja keras untuk bisa mendapatkan uang.

“Memang niat saya tetap bekerja setelah menikah adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Tapi, kalau balasan suami sampai pelit ke istri, siapa yang tahan,” ujarnya.

Minthul menyebutkan, mereka berdua memang bekerja sebagai buruh pabrik sebelum menikah. Minthul sendiri memang bekerja awalnya untuk membantu ekonomi keluarga dan biaya sekolah adiknya yang masih kecil. Sehingga, setelah menikah pun, Minthul sudah mengajukan syarat agar tetap bekerja agar bisa bantu keluarga saja.

Tole pun menyetujui hal tersebut, sehingga setelah menikah, mereka berdua tetap sibuk bekerja sebagai buruh pabrik. Nah, setelah menikah, Tole rupanya jadi suka mengatur-mengatur uang milik Minthul. Menurut Tole, Minthul dinilai boros dan tak bisa mengatur keuangan sendiri.

“Dia mesti tanya, kasih ke ibu saya berapa, untuk biaya sekolah adik berapa. Dan, selalu ditanya harusnya bisa ada sisa begini. Kok kurang terus, ujung-ujungnya dia menyalahkan saya tak bisa pegang keuangan,” ujarnya.

Walhasil, sudah 2 tahun terakhir ini Tole akhirnya memilih merebut kewajiban Minthul sebagai “menteri keuangan” keluarga. Hal ini dilakukan lantaran Tole merasa tidak puas dengan cara Minthul mengelola keuangan. Termasuk Tole merasa Minthul terlalu royal memberikan uang kepada keluarganya.

Akhirnya, setiap gajian, Tole selalu meminta semua dana ditransfer ke rekeningnya. Sehingga, semua pengeluaran benar-benar dikelola oleh Tole.

“Ya kalau dia bijak sih enak, ini saya aja cuma dikasih duit bensin. Terus kalau uang ke keluarga saja juga pelit banget. Sangking sedikitnya, ibu saya sampai mengeluh kok gak kayak dulu,” ungkapnya.

Minthul mengaku benar-benar kesal. Sifat Tole yang pelit dan seenaknya sendiri lama-lama membikin Minthul gak betah juga. Apalagi, setelah capek bekerja, Tole tak memberikan uang untuk sekadar senang-senang ataupun uang jajan.

Kecewa dengan sikap suaminya yang tak kunjung berubah, membuat Minthul memilih minggat saja. “Soalnya gara-gara uang, hubungan saya sama keluarga juga jauh. Saya dinilai pelit juga. Padahal, Tole yang menguasai uang. Saya coba sabar terus, tapi Tole gak berubah. Akhirnya saya mending pisah saja. Mending cari duit sendiri buat diri sendiri, daripada ada suami tapi menguasai semua uang,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia