Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Sering Telat Kirim Uang Belanja

02 Februari 2018, 19: 43: 12 WIB | editor : Fandi Armanto

ono ono ae, tole, minthul

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

TINGGAL berjauhan dengan suami, memang tidak enak. Apalagi, jika komunikasi kurang, maka akan terasa hambar. Lebih-lebih, jika kurangnya komunikasi itu, berdampak pada lambatnya uang kiriman bulanan. Maka, bisa dipastikan hubungan suami-istri akan semakin tidak harmonis.

Hal itulah yang terjadi di pernikahan Tole (nama samaran), 31, Minthul (juga nama samaran), 30, warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Tole yang sering telat mengirim uang bulanan, membuat sang istri kerap curiga. Kesalahpahaman itulah yang membuat biduk rumah tangga mereka berantakan.

Minthul mengaku kesulitan mengelola keuangan keluarga ketika Tole menggampangkan kiriman uang belanja. “Padahal kan dia tahu kalau kebutuhan rumah tangga hanya dari dia seorang. Tapi kok ya digampangkan terus,” ujarnya.

Sebelumnya, Tole memang kerja di Pasuruan sebagai buruh pabrik. Namun, 2 tahun lalu, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PKH). Hal itu mengakibatkan ekonomi mereka sempat morat-marit. Tole sempat mencari pekerjaan di Pasuruan, namun tak kunjung dia dapat.

Akhirnya, atas koneksi kerabatnya, Tole didaftarkan ke pabrik pengolahan makanan. Namun, lokasinya jauh. Yakni, di Jawa Tengah. “Ya sempat mikir-mikir, kalau jauh tetap saja repot karena jadi dua dapur. Tapi, daripada nganggur, akhirnya saya pasrah. Yang penting ada penghasilan,” ujarnya.

Minthul sendiri sejatinya juga ingin membantu ekonomi keluarga. Namun, Minthul kerepotan karena harus mengurus 3 orang anak yang masih kecil-kecil. Karena itu, Minthul mengurungkan niatnya untuk bekerja.

Sementara, setelah Tole merantau dan bekerja jauh, hubungan rumah tangga mereka menjadi renggang. Awalnya Tole masih pulang 2 pekan sekali. Namun, setelah dihitung-hitung, justru bikin pengeluaran membengkak. Akhirnya Tole jarang pulang. Bagi Minthul yang terpenting ada uang bulanan untuk anak-istri.

Nah, karena sudah lama hubungan jarak jauh, entah mengapa komunikasi antara keduanya juga makin renggang. Hal ini dikatakannya sering membuat pasangan suami istri (pasutri) ini salah paham. “Apalagi kalau dia gak pulang sampai 3 bulan, saya pasti curiga macam-macam. Akhirnya ya bikin berantem juga,” ujarnya.

Minthul makin jengkel karena setengah tahun terakhir ini, Tole sering telat mengirimkan uang belanja. Bahkan, pernah uang belanja baru dikirim saat hampir pertengahan bulan. Hal ini jelas membuat Minthul kalang kabut. Bahkan, Minthul sampai harus berutang sana-sini agar anak-anaknya masih bisa makan.

Minthul kemudian protes pada suaminya. Ia sampai curiga, telatnya kiriman uang belanja karena Tole selingkuh. “Ya jelas saya curiga. Apa susahnya kirim uang? Apalagi pas anak sakit. Saya di sini kebingungan, eh Tole santai saja gak kirim-kirim uang,” jelasnya.

Akibatnya, pertengkaran Tole dan Minthul makin sering terjadi. Bahkan, sudah 3 bulan terakhir ini, Tole gak kirim uang lagi dan makin sulit dihubungi. Memang sempat ada kasak-kusuk kalau Tole terlibat affair dengan perempuan lain di sana. Kecewa dengan perilaku suaminya yang tidak bertanggung jawab, Minthul kemudian menggugat cerai sang suami.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia