Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Gaji Bertambah, Suami Malah Ingin Istri Ikut Ditambah

Selasa, 26 Dec 2017 12:05 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

BERGAJI tinggi, ternyata berdampak buruk bagi pernikahan Tole, 39, dan Minthul, 35, (keduanya nama samaran), warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Lantaran gaji Tole, naik dibanding saat awal menikah dulu, Tole malah diam-diam menambah istri baru. Tentu saja, hal ini membuat sang istri meradang.

Tanpa ampun, Minthulpun menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Bangil. Minthul benar-benar kecewa dengan kelakukan suaminya itu. Padahal, meskipun dulu Tole kerja serabutan, Minthul mau menerima apa adanya.

“Dulu Tole memang buruh pabrik, sempat di PHK dan kerja serabutan. Lalu kenal sama saya. Meskipun sempat kerja gak jelas, saya mau terima apa adanya,” jelasnya.

Minthul sendiri saat awal menikah, memang sudah kerja sebagai buruh pabrik. Sehingga dengan gajinya, ia tidak mempermasalahkan pendapatan Tole yang tak menentu saat awal menikah dulu. Namun, tak lama setelah menikah, Tole ternyata bisa kembali bekerja di pabrik lamanya.

Tentu saja hal ini disambut suka cita. Ini lantaran Tole akhirnya memiliki penghasilan tetap. Kebahagiaan bertambah, setelah Minthul hamil. Tole pun menyuruh Minthul agar berhenti kerja agar fokus pada kehamilannya. Sebagai istri, Minthul menuruti perintah suaminya. Ia akhirnya menjadi ibu rumah tangga dengan penuh.

Karena Tole sebagai satu-satunya pencari uang, maka bisa dibilang Minthul memang mengandalkan pendapatan dari suaminya. Nah, sejak awal menikah dulu, pemberian dari suaminya memang pas-pasan. “Padahal saya tahu sendiri, kalau kerja di pabrik pasti naik tiap tahun. Apalagi UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang terus naik di Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Namun, Tole seolah enggan menambah uang bulanan kepada istrinya. Meskipun sudah beberapa kali Minthul mengeluh karena setorannya tetap. Padahal, dengan harga-harga yang makin meninggi, harusnya Tole tahu diri.

Minthul mengeluhkan, bahwa selama 10 tahun menikah, Tole hanya memberikan uang belanja Rp 1-1,5 juta. “Kalau dulu masih cukup. Tapi sekarang jelas nggak cukup. Karena itu saya ngeluh terus. Baru kalau benar-benar habis, dia kasih tambahan .Tapi masa harus ngemis-ngemis ke suami,” ujarnya.

Dari pelitnya Tole, rupanya terkuak bahwa sang suami juga membiayai keluarga baru yang dinikahi secara siri 5 tahun yang lalu. Hal ini terungkap dari tetangganya yang pernah melihat Tole datang ke sebuah rumah di dekat saudaranya.

“Sempat ada kabar burung, kok Tole rajin datang ke keluarga di wilayah timur. Perasaan saya nggak enak. Akhirnya tanya sana-sini, terkuaklah bahwa Tole menikah lagi dengan perempuan lain 5 tahun yang lalu,” ujarnya. Karena pengkhianatan itu, Minthul langsung menggugat cerai.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia