Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Ngotot Pelihara Anak Pungut

Minggu, 24 Dec 2017 13:30 | editor : Radfan Faisal

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

TOLE (nama samaran), 52, saban hari bekerja sebagai abang becak. Ia memiliki lima orang anak hasil pernikahannya dengan Minthul (juga nama samaran), 49. Meski sudah memiliki lima orang anak, namun Tole ngotot memungut anak yang dibuang oleh orangtuanya. Sementara Minthul dengan tegas menolak keinginan suaminya.

Alasan Minthul cukup masuk akal, selain kelima anaknya yang masih usia sekolah, pekerjaan suaminya hanyalah seorang pengayuh becak. Tentu secara perhitungan tidak akan cukup membiayai dirinya dan lima anaknya. “Lah ini mau ambil anak lagi, apa yang ada di pikirannya,” katanya kemudian.

Sementara Tole, niatannya untuk mengambil anak tersebut tampaknya tidak terbendung. Kepada Minthul, Tole mengaku anak yang dibuang biasanya memberikan rezeki. Namun, Minthul tidak percaya dan meminta suaminya mengurungkan niatannya tersebut. Ia tidak bisa memperhitungkan bagaimana membagi penghasilan suaminya, untuk mencukupi tujuh orang sekaligus.

Karena itu, saban hari pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Kecamatan Wonoasih ini terlibat cekcok. Belakangan, Minthul mencurigai anak itu hasil hubungan gelap suaminya dengan perempuan lain. Pasalnya, Tole sangat ngotot hendak mengadopsi anak laki-laki tersebut.

“Sekarang siapa yang tidak mau curiga. Dia ngotot mau ambil anak itu. Padahal jelas bukan siapa-siapanya. Kalau sudah seperti itu, apa saya tidak curiga. Bisa jadi anak itu pura-pura dibuang dan dia pura-pura kasihan untuk ambil bayi itu. Bisa saja bayi itu hasil hubungan gelapnya dengan perempuan lain,” jelasnya.

Sementara, Tole sampai bersumpah jika niatannya ituhanya didasarkan pada faktor kemanusiaan semata. Selain, menganggap keberadaan anak itu sebagai hoki. “Katanya anak ini pembawa keberuntungan. Memang anaknya sendiri selama ini tidak memberi untung, anak kok dianggap untung rugi,” ujar Minthul bersungut-sungut.

Sampai akhirnya Minthul menyerah dengan sikap keras kepala suaminya. Sejak saat itu, Minthul lebih sering pulang ke rumah orangtuanya. Sebab, ia sejak awal enggan merawat bayi tersebut. “Ya yang merawat dia sendiri, saya tidak mau ikut-ikut,” katanya. Tole sendiri menurut Minthul telaten merawat bayi tersebut. Berbeda ketika merawat anak kandungnya sendiri.

(br/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia