Senin, 18 Mar 2019
radarbromo
icon featured
Features

Perjuangan Siti Aminah Raih IPK Tertinggi Univeritas Terbuka Jember

01 November 2017, 18: 15: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

Wisudawan terbaik

CUM LAUDE: Siti Aminah (dua dari kanan). (Istimewa)

Menjadi mahasiswa, sekaligus ibu rumah tangga bukanlah hal mudah. Siti Aminah melakoni dua hal itu selama 4 tahun lebih. 

-------------------------------------

ACARA Wisuda Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jember yang berlangsung di Gedung Sutarjo, Universitas Negeri Jember begitu istimewa bagi Siti Aminah. Hari itu, warga Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, tidak hanya menjadi salah satu mahasiswa yang diwisuda. 

Dia juga menerima penghargaan dari universitas sebagai peraih IPK tertinggi. Yaitu, 3,75. Raihan IPK itu, tidak hanya yang tertinggi di Program Pendidikan PAUD yang diikuti Aminah. IPK yang diraihnya juga yang tertinggi dari semua mahasiswa program pendidikan yang dilaksanakan di UPBJJ-UT Jember.

Pada Kamis pagi, 26 Oktober 2017, dengan didampingi suami, anak serta keluarga, Aminah tidak hanya menerima piagam wisuda. Namun, juga piagam penghargaan serta piala sebagai peraih IPK tertinggi.

“Rasanya tidak karuan waktu itu. Deg-degan dan gemetar menerima piagam dan piala ini,” ujarnya.

Perasaan haru membuncah, tidak bisa ditahan. Apalagi setelah selesai wisuda, saat bertemu dengan keluarga termasuk suaminya Hasan. Bagi Aminah, prestasi yang diraihnya ini tidak bisa lepas dari dukungan keluarganya.

Sebab, kuliah sekaligus menjadi ibu rumah tangga, tidaklah mudah dijalani. Saat mulai sekolah di UPBJJ-UT, empat tahun lalu, Aminah sempat menyerah.  Saat itu, dia baru melahirkan putri keduanya, Najwa. 

“Najwa tidak mau susu formula. Maunya ASI. Kondisi ini agak sulit saat saya harus meninggalkan dia untuk kuliah di hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya. 

Selama kuliah yang dilakukan di sebuah SMA swasta di Kota Probolinggo, Aminah pun tetap harus memberikan ASI. Karena itu, dia pontang panting kuliah. Lalu, saat istirahat dia menemui putri kecilnya yang dititipkan di rumah orang tuanya di Mayangan untuk memberikan ASI. Saat itu Najwa masih berusia 3 bulan.

“Saya sempat mutung waktu itu. Ada rasa capek, takut anak tidak diperhatikan. Tapi suami selalu menguatkan saya agar melanjutkan kuliah. Kalau anak tambah besar, malah tambah susah kalau mau kuliah lagi. Begitu katanya,” ujarnya.

Dukungan suaminya itu mampu membangkitkan semangat Aminah untuk meneruskan kuliah. “Ketika anak semakin besar, Alhamdulillah tidak serepot saat awal-awal kuliah. Kalau saya mau kuliah lagi setelah anak besar mungkin malah ndak jadi-jadi kuliahnya,” ujarnya.

Selain kuliah, tiap hari Aminah juga mengajar. Senin sampai Jumat, Aminah mengajar di PAUD yang berada di lingkungan Pondok Pesantren An Nur, Sumber Taman. Praktis, Aminah hanya punya kesempatan belajar untuk kuliahnya, di malah hari. 

“Pagi mengajar, siang sampai sore mengurus rumah tangga. Belajar ya malam hari. Tapi, maksimal sampai jam 10 malam,” ujarnya saat ditanya bagaimana membagi waktu belajar.

Pada semester akhir kuliah yaitu semester 9, Aminah sempat mencoba menghitung rata-rata IP yang diraihnya selama 8 semester. “Rata-rata IP saya setiap semester itu 3,5. Paling rendah 3,53. Saya menargetkan bisa lulus Cum Laude dengan IPK minimal 3,5 itu,” ujarnya.

Target Aminah rupanya tercapai. Saat mengurus proses wisuda di sekretariat UPBJJ-UT Jember, Aminah mendapat ucapan selamat dari pengurus sekretariat. “Saya dapat ucapan selamat, karena meraih IPK tertinggi. Tapi saya tidak percaya. Sebab, sulit sekali untuk dapat IPK tertinggi,” ujarnya. 

Aminah menuturkan, ada perbedaan dalam pelaksanaan wisuda tahun 2017 dengan wisuda sebelumnya. Pada wisuda sebelumnya di setiap program studi, dipilih peraih IPK tertinggi. Tapi tahun ini berbeda. Peraih IPK tertinggi dipilih global untuk semua program studi. “Alhamdulillah tahun ini IPK tertinggi dua-duanya dari program pendidikan PAUD,” jelasnya.

Aminah masih menaruh harapan untuk bisa melanjutkan pendidikan S2. “Semoga saja untuk peraih IPK tertinggi bisa mendapatkan beasiswa untuk S2,” ungkapnya. 

(br/put/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia