Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Tak Dapat “Jatah”, Hape Istri Dilempar

27 Oktober 2017, 18: 48: 49 WIB | editor : Fandi Armanto

ono ono ae, tole, minthul

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

SESABAR-sabarnya suami tetap ada batasnya juga. Seperti yang dialami oleh Tole (nama samaran), 30, warga Pandaan. Minthul (juga nama samaran), 20, istrinya lebih seneng main hape, daripada berkomunikasi langsung. Sehingga sinyal untuk berduaan sering diabaikan.

Geregetan dengan ulah istrinya, Tole ngamuk sampai membanting hape istrinya. Akibat emosi sesaat itu, pernikahan merekapun harus berakhir di Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Tole mengatakan bahwa dari segi usia, mereka memang terlampau jauh. Sehingga dari segi kedewasaannya memang tidak imbang. “Lantaran dulu saya memang nyari istri yang masih muda. Tapi ternyata sama Minthul malah bersikap sangat kekanak-kanakan,” keluh Tole.

Perkenalannya dengan Minthul memang cukup singkat. Setelah sempat dikenalkan dengan teman, Tolepun mengaku naksir dan ingin serius. Tole memang serius mencari pendamping hidup lantaran usianya yang hampir kepala tiga. Sedangkan Minthul sendiri memang baru lulus SMA.

Tole yang sudah bekerja di perusahaan, ternyata tak kesulitan melakukan pendekatan. Bahkan sangat mudah diterima oleh keluarga Minthul. “Jadi pacaran paling cuma 6 bulan, terus langsung saya lamar dan diterima,” jelasnya.

Tak lama merekapun sah menjadi suami istri dan hidup bersama. Tole mengatakan awal menikah, Minthul yang ikut tinggal di rumah Tole. Karena hanya sebagai ibu rumah tangga, Minthulpun memang hanya mengerjakan pekerjaan layaknya ibu rumah tangga. Terlebih bisa fokus melayani Tole.

Meskipun senang lantaran mempunyai istri idaman, ada ganjalan di hati Tole. Ini karena sikap Minthul yang menurutnya masih kekanak-kanakan. “Terutama suka ngambek. Kalau ingin sesuatu gak dituruti, sudah saya gak disapa. Bahkan gak mau tidur seranjang,” keluhnya.

Karena sayang dengan istrinya, sebisa mungkin asal ada duit pasti dituruti. Termasuk permintaan terakhir istrinya ingin smartphone yang bagus. Tolepun memilih membelikan toh dari gajinya cukup untuk membeli smartphone yang bisa digunakan untuk ber-social media.

Nah, masalah baru hadir saat Minthul punya smartphone. Bisa dibilang hampir seharian mata Minthul tak bisa lepas dari smartphone barunya. Minthul lebih sering update status. Bahkan lebih mendahulukan chat, ketimbang membalas omongan Tole.

“Memang sih kerjaan rumah masih beres. Tapi ya gitu. Dikit-dikit hape, dikit-dikit lihat hape. Saya saja capek lihatnya,” ungkapnya.

Bahkan kegiatan ini juga dilakukan sampai malam hari, dimana Tole butuh perhatian penuh istrinya termasuk untuk bermesraan. Tapi sering kali Minthul seolah menghindar dan memilih bermain dengan hapenya. Tolepun sudah berkali-kali mengeluhkan agar tak memegang hape kalau Tole pulang.

Tapi Minthul masih tetap saja, bahkan memilih lebih sibuk bermain hape saat Tole memberi isyarat untuk masuk kamar. “Gitu terus, kalau saya panggil dia bilang nanti saja. Trus main hape sampai malam. Geregetan saya ambil langsung lempar hapenya,” ucap Tole.

Minthul ternyata marah dan menganggap Tole kasar dengan kelakuannya. Tak disangka, esok harinya Minthul malah minggat. Di rayu beberapa kali untuk balik, Minthul menolak. Tole juga sebal lantaran masalah sepele tapi jadi dibesar-besarkan oleh istrinya.

“Ya sudah kalau itu maunya cerai saja,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia