Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Operasi Sikat Semeru, Tangkap 5 Pencuri, Dua “Dihadiahi” Timah Panas

Selasa, 03 Oct 2017 07:30 | editor : Muhammad Fahmi

polisi, pencuri, operasi sikat semeru, didor, ditembak

DITAHAN: Para tersangka yang berhasil diamankan Polres Probolinggo Kota dalam Operasi Sikat Semeru 2017. Senin (2/10), mereka ditunjukkan ke awak media. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

MAYANGAN - Sebanyak 5 pencuri ditangkap Polres Probolinggo Kota dalam kurun waktu 12 hari mulai Senin-Jumat (18-29/9). Dari 5 pelaku itu dua di antaranya dihadiahi timah panas karena melawan saat hendak dibekuk.

Waka Polres Kota Probolinggo Kompol Djumadi mengatakan, 5 tersangka itu dibekuk selama Operasi Sikat Semeru 2017. Mereka terlibat dalam sejumlah kasus berbeda. Di antaranya, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curas), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian hewan (curwan).

Selain 5 tersangka itu, ada dua tersangka yang diamankan karena membawa senjata tajam (sajam) serta seorang tersangka pembuat mercon.

“Operasi ini merupakan operasi penumpasan para DPO (daftar pencarian orang) yang telah menjadi target kami. Ternyata, selama 12 hari dilakukan operasi sedikitnya sudah 5 orang (DPO),” ujarnya, Senin (2/10).

Dari 5 orang DPO itu, dua diantaranya dihadiahi timah panas karena mencoba melawan saat akan diamankan. “Dua kami ambil tindakan dengan menggunakan timah panas lantaran melawan dan mencoba menabrak petugas saat akan diamankan,” ujarnya.

Para pelaku yang berhasil diamankan itu Muhamad Alfian, 20, warga Kabupaten Lumajang. Ada juga Bambang Suntono, 35, warga Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo; dan Edi, 22, warga Karenglor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Mereka sama-sama terlibat kasus curat.

Sedangkan, tersangka terlibat kasus curas ada Moh Rokib, 27, warga Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. “Untuk yang curanmor hanya DPO-nya yakni Toni Wijaya, 40, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara, yang curwan Nawi, 40, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Tongas, Kabuapten Probolinggo. Dia merupakan DPO spesealis pencurian hewan. Nawi dilumpuhkan karena menabrakkan motor yang hendak dibawa kabur ke anggota polisi. “Ada juga sajam dua orang dan pembuat bahan peledak,” ujarnya.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia