Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Pelit, Enggan Tambah Uang Belanja

Senin, 02 Oct 2017 15:00 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Kelakuan Tole (nama samaran), 30, Warga Beji, Pasuruan ini tidak layak ditiru. Selain pelit, dia memberikan uang belanja minim kepada istrinya, Minthul (juga nama samaran), 24. Jika istrinya meminta tambahan uang, Tole malah ngamuk dan menuduh istrinya tak becus mengurus rumah tangga.

Tak tahan lagi selalu disalah-salahkan, Minthulpun memilih menggugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) Bangil. Minthul mengatakan sudah benar-benar tak tahan lagi dengan kelakuan suaminya tersebut. Ini lantaran Tole terlalu pelit dan memberikan uang belanja yang ala kadarnya.

“Padahal dia punya gaji tetap dari pabrik, tapi kok istri cuma dikasih Rp 500 ribu sebulan,” ungkapnya.

Awalnya sebagai istri, Minthul memang menerima saja pemberian suaminya. Ini lantaran Tole hanya bekerja di pabrik kecil. Gaji yang diterima tiap bulan juga memang tak sebanyak gaji di pabrik besar, yang bayarannya UMK. Apalagi, Tole memang masih mempunyai tanggungan keluarga termasuk adiknya yang masih sekolah.

Tapi yang namanya kebutuhan, makin lama makin naik. Termasuk bahan-bahan makanan terus merangkak naik. “Tapi ya gitu, dari 3 tahun menikah tetap saja segitu (Rp 500 ribu), gak pernah dinaikkan,” ungkapnya.

Karena masih tinggal di rumah orang tua Minthul, tentu saja orang tua Minthul selalu saja menanyakan kenapa Tole jarang memberikan uang sekedar untuk biaya makan. Memang ada sedikit saja yang dikasih, tapi tentunya tak cukup untuk biaya makan sebulan.

Akibatnya, selain masih numpang di rumah orang tua, selama ini mereka akhirnya dianggap masih ikutan numpang makan juga. Bahkan ibu Minthul tak segan-segan mengeluhkan pemberian belanja yang selalu kurang.

“Ibunda saya sendiri gak berani negur Tole. Wong Tole orangnya temperamental juga dan keras,” ungkapnya.

Minthul sendiri juga tak punya pilihan lagi selain menerima. Toh memang pernah mengeluhkan soal pemberian uang belanja, namun Tole malah ngamuk-ngamuk dan menuduh Minthul tak becus mengurus rumah tangga.

Hanya saja yang membuat Minthul makin tak betah adalah setelah kelahiran anak pertama. Tole tetap saja ogah memberikan uang lebih. Padahal dari pemberian yang hanya Rp 500 ribu, buat makan saja kurang. Belum lagi kebutuhan anak seperti susu, popok dan sebagainya.

“Akhirnya ya orang tua saya yang ikut andil. Terakhir karena geregetan kami minta uang lebih, eh Tole malah tambah galak dan marah-marah dan dianggap kita keluarga matre,” ujarnya.

Karena suasana rumah makin tak enak, Tole sendiri tak pernah balik lagi ke rumah Minthul. Walhasil, sudah terhitung 4 bulan, Tole tak lagi memberikan nafkah maupun menengok anak semata wayangnya.

“Karena kecewa sikapnya begitu, ya sudah saya mantap pilih cerai saja,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia