Sabtu, 22 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Risih, Mertua Sering Minta Uang

Minggu, 20 Aug 2017 11:20 | editor : Radfan Faisal

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Meskipun sudah pindah rumah dari rumah mertua dengan mengontrak, namun kehidupan rumah tangga Tole, 32 dan Minthul (sama-sama nama samaran), 25, masih saja direcoki ibu Minthul. Pasangan suami-istri (pasutri) ini seringkali dimintai uang oleh ibu Minthul. Tole yang risih dengan sikap sang mertua, kemudian menegur Minthul.

Apalagi, Minthul seringkali menuruti permintaan orang tuanya daripada mendengar nasihat suaminya. Karena itu, pasutri asal Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ini seringkali terlibat cekcok. Keseringan cekcok, pernikahan yang mereka rajut bertahun-tahun akhirnya kandas.

Soal sikap Minthul yang sangat penurut pada ucapan ibunya, sebenarnya tak disoal Tole. Namun, apa yang dilakukan Minthul dan mertuanya selama ini sudah berlebihan. “Sebenarnya Minthul itu baik dan terlalu penurut, tapi nurutnya lebih sering ke ibunya dari pada saya, suaminya,” ungkapnya.

Tole mengaku tak bisa menyalahkan juga. Ini, lantaran ibundanya lah yang membesarkan Minthul dari kecil sampai dewasa. Apalagi, selama ini mertuanya itu membesarkan sang istri sendirian.

Namun, yang membikin Tole gerah, kehidupan ekonomi yang sulit semakin parah dengan sikap mertuanya. Tole yang awalnya mengalah dengan ikut tinggal bersama ibu mertuanya, akhirnya tidak tahan lagi. Ia memilih mengontrak rumah saja agar bisa lepas dari ibu mertuanya.

Diakui, sebagai satu-satunya pencari kerja dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan, pendapatannya tak besar. Selain menghidupi rumah tangganya, gaji Tole juga untuk membiayai kehidpuan ibu mertuanya.

“Kalau ibu mertua untuk belanja sehari-hari sih cukup. Tapi, kebutuhan lainnya banyak. Sering kalau keluar kota minta uang ke saya, bayar arisan minta ke saya, bayar cicilan baju, panci, dan sebagainya akhirnya minta juga ke saya,” ungkapnya.

Hal ini jelas membuat Tole kesal. Misal ia tak punya uang, mertuanya selalu memaksa agar Tole meminjam ke koperasi kantor. Tak sekali-dua kali, permintaan ini dilakukan berkali-kali oleh mertuanya.

Sampai setahun menikah dan selalu dimintai uang, Tole pun berinisiatif untuk memilih pindah saja. Dengan bantuan tambahan uang dari orang tuanya, Tole dan Minthul akhirnya bisa mengontrak rumah. “Yang penting jauh dari ibu mertua dulu. Agar ekonomi stabil dan ada tabungan lah meskipun dikit-dikit,” ungkapnya.

Sayangnya, kendati sudah pindah, mertuanya tetap sering datang ke kontrakan. Hal ini yang membuat Tole semakin kesal. Bahkan, ibu mertuanya tak segan-segan mengancam rumah tangga mereka untuk bubar, jika tak memberinya uang.

“Akhirnya, karena diporoti uang terus, membuat saya dan istri sering bertengkar. Istri juga selalu membela ibunya. Terakhir, karena saya nggak mau lagi kasih uang, Minthul malah ikutan minggat. Rumah tangga kami pun renggang. Terakhir eh, Mintul malah minggat dan memilih cerai,” jelasnya.

(br/eka/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia