Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Lampiaskan Emosi ke Anak

Senin, 24 Jul 2017 14:30 | editor : Muhammad Fahmi

Lampiaskan Emosi ke Anak

(Ilustrasi: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

KEJAYAN - Ekonomi memang menjadi persoalan terbanyak dalam perkara rumah tangga. Bahkan, perceraian terbanyak juga terjadi akibat tak baiknya perekonomian keluarga. Hal ini pula yang terjadi dalam prahara rumah tangga Tole (nama samaran), 33 dan Minthul (juga nama samaran), 33, pasutri asal Kejayan.

Tapi, persoalan ekonomi rumah tangga Tole dan Minthul ini kelewatan. Betapa tidak, Minthul sering ngamuk dan emosinya dilampiaskan ke anak semata wayang mereka. Geregetan karena sikap kasar istrinya, Tole memilih menceraikan ke Pengadilan Agama (PA) Kota Pasuruan.

Tole mengatakan, benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan perilaku istrinya tersebut. “Masak anak sendiri gak salah apa-apa malah jadi pelampiasan kalau ada masalah, apalagi masalah ekonomi,” keluh Tole.

Dari segi usia antara Tole dan Minthul memang cukup jauh. Awalnya, Tole memang mencari istri yang usianya jauh lebih muda. Alasannya, dirinya ingin perempuan yang bisa nurut dan bisa dibimbing secara agama.

“Memang dikenalkan dan waktu itu Minthul lulus SMA. Karena sesuai dengan kriteria, saya jadi langsung serius untuk ngajak menikah,” ungkapnya.

Setelah menikah, Minthul menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Pemasukan, murni mengandalkan penghasilan Tole, meskipun gaji memang pas-pasan sebagai tenaga honorer di kantor pemerintah. Kendati begitu, dengan penghasilannya sejatinya cukup asal bisa hemat dan tidak boros.

Awalnya, Tole mengatakan bahwa Minthul bisa nurut dan menerima saja pemberian suami. Namun, sejak kelahiran anak pertamanya 3 tahun lalu, entah kenapa Minthul memang jadi uring-uringan. Masalahnya sepele, Minthul merasa makin berat membagi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan anak dari penghasilan Tole.

Mereka sendiri memang masih tinggal di rumah orang tua Tole. Jadi, kalau ada masalah, orang tuanya pun sering membantu. Tapi, Minthul sendiri sering uring-uringan bahkan meminta Tole untuk mencari penghasilan tambahan agar pemasukan tidak ngos-ngosan.

“Ya, saya bilang sabar saja, ikhlas menerima pemberian suami,” ungkapnya.

Dikatakan masalah materi ini memang sering menjadi Minthul uring-uringan. Bahkan, tiap anaknya nakal atau tidak nurut, Minthul tak segan memukul. Yang bikin Tole jengkel adalah sering terlihat Minthul seperti hilang akal memukul anaknya jika ada masalah dengan Tole.

“Jadi, anak gak salah, tapi kalau ada masalah sama saya terutama kalau kurang uang. Eh, dia lampiaskan ke anak sambil ngomong ‘bapakmu gak isok golek duet, kamu jangan nakal’ sampai nyubit gitu,” ungkapnya.

Padahal, anaknya sendiri, dikatakan masih berusia 3 tahun. Dan, jika ketauan Tole anaknya diperlakukan seperti itu, Tole pasti ngamuk. Tapi, karena kejadian itu terlalu sering sampai ada laporan dari orang tua dan tetangga. Tole mengaku tak tahan lagi dan setelah bertengkar, Minthul malah minggat dari rumah.

“Setelah itu, ya sudah pilih cerai saja, karena dia juga sudah sering ngamuk gak jelas, mungkin kecewa hidup susah sama saya,” pungkasnya. (eka/fun)

(br/eka/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia