Jumat, 20 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Setelah Didemo, Pelaksana Tol Penuhi Tuntutan Ponpes Ihyaus Sunnah

Kamis, 12 Jul 2018 05:30 | editor : Fandi Armanto

protes tol gempol-pasuruan

CARI SOLUSI: Mediasi yang dilakukan antara pengurus ponpes dan pelaksana jalan tol di Rejoso, beberapa waktu lalu. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

REJOSO - Pondok Pesantren (Ponpes) Ihyaus Sunnah boleh bernapas lega. Tuntutan mereka pada pelaksana Tol Gempol Pasuruan (Gempas) Seksi III B, PT Pembangunan Perumahan (PP) akhirnya dikabulkan. Mereka bersedia memberikan kompensasi pada ponpes setempat.

Hal ini terungkap dalam hasil pertemuan tertutup antara pimpinan Ponpes dengan perwakilan dari PT PP. Pertemuan ini dimulai sejak pukul 11.00 dan berjalan cukup alot. Namun, PP akhirnya bersedia memberikan uang kompensasi sebesar Rp 165 juta.

Pimpinan Ponpes Ihyaus Sunnah, Habib Ahmad Abdurrahman Balega mengungkapkan PP memberikan uang kompensasi selama 11 bulan atau mulai Oktober 2017 sampai Agustus mendatang. Pemberiannya pun akan dilakukan dalam dua tahap.

Terhkitung pada minggu terakhir Juli sebesar Rp 82,5 juta dan minggu kedua Agustus sebesar Rp 82,5 juta. Uang kompensasi ini merupakan perhitungan ganti rugi inmaterial yang dialami oleh Ponpes selama proyek seksi III B ini berjalan.

“Alhamdulillah, tuntutan kami dipenuhi oleh pihak PP. Ponpes kami berdiri di atas tanah gerak. Jadi kalau kena getaran sedikit, pasti bangunan menjadi retak,” jelasnya.

Sementara itu, project manager pt PP, Erfan membenarkan jika tuntutan dari Ponpes sudah dipenuhi. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk kepedulian dari PP. Pasalnya, PP tidak ingin ada satupun pihak yang dirugikan dalam pembangunan tol ini.

“Memang benar, itu sesuai kesepakatan kami berdua. Jika ke depannya, ada dampak yang dialami oleh Ponpes, kami siap untuk berkoordinasi kembali,” terang Erfan.

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia