Jumat, 20 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Maling yang Dibakar di Tiris Ternyata Pernah Curi Motor di Krucil

Rabu, 11 Jul 2018 05:00 | editor : Fandi Armanto

maling dibakar hidup-hidup

SUDAH DIBAWA PULANG: Jenazah Samhadi yang hangus usai dibakar massa. Selasa (10/7) lalu, pihak keluarga sudah membawa pulang jenazahnya. (Dok. Radar Bromo)

TIRIS - Identitas tersangka maling motor yang tertangkap dan dibakar massa di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap. Dia adalah Samhadi, 30, warga Desa Andungsari, Kecamatan Tiris. Selasa (10/7), jenazahnya dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan di desanya.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, diketahui tersangka pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Pencurian itu dilakukan tersangka, April 2018. Bahkan, polisi menduga tersangka merupakan komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, diketahui maling motor yang dibakar massa merupakan Samhadi, warga Desa Andungsari. Dia merupakan warga asli Desa Andungsari dan menikah dengan seorang perempuan warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris. Selasa (10/7), keluarganya membawa pulang Samhadi ke Desa Andungsari.

“Keluarga yakin kalau itu memang Sam (Samhadi). Sesuai bukti HP (handphone) milik Sam itu diamankan petugas di lokasi. Dari hasil pengembangan, pelaku ini juga terlibat kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan TKP Krucil pada awal tahun ini,” ujar Riyanto.

Disinggung soal warga yang main hakim sampai membakar tersangka, Riyanto mengaku, akan tetap menyelidikinya. Atas kasus ini, kini pihaknya telah memeriksa empat saksi. “Kami masih selidiki. Para pelaku yang membakar bisa dikenakan pasal pengeroyokan atau penganiayaan berat,” ujarnya.

Diketahui, Senin (9/7) dini hari, warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, marah ketika melihat seorang maling beraksi di desanya. Tersangka yang membobol rumah Butran, 59, warga Dusun Darungan dan hendak membawa kabur motor korban itu, akhirnya dihakimi massa. Tak hanya dipukuli, bahkan tersangka juga dibakar hidup-hidup hingga akhirnya meninggal dunia.

Sebelum membakar pelaku, massa menyeret tersangka yang sempat bersembunyi di salah satu rumah warga. Dia diseret sejauh sekitar 300 meter sambil dipukul sepanjang perjalanan. Sampai di persimpangan, pelaku disiram bensin dan dilempar karet ban dalam. Setelah itu, pelaku dibakar. Tak lama kemudian, polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan membawa jasadnya ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

Polisi memerlukan waktu untuk mengetahui identitas pelaku. Sebab, awalnya tak ada satupun pengenal yang ditemukan di tubuh korban.

(br/mas/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia