Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Bebas dari Lapas Probolinggo, Eks Napi Terorisme Diantar sampai Poso

Senin, 25 Jun 2018 07:00 | editor : Muhammad Fahmi

napi, narapidana, tahanan, teroris, terorisme, bebas, poso

SUJUD SYUKUR: Arif Susanto, mantan napi kasus terorisme bersujud syukur sebelum meninggalkan Lapas Klas IIB Probolinggo, Minggu (24/6). (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

MAYANGAN - Usai menjalani masa hukuman selama 4 tahun, narapidana kasus terorisme Arif Susanto, 34, asal Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya bebas. Minggu (24/6), pria yang akrab disapa Arif itu meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Probolinggo, sekitar pukul 08.30 WIB.

Bebasnya Arif dilepas oleh Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal dan Kepala Lapas Klas IIB Probolinggo Yandi Suyandi. Bahkan, Polres Probolinggo Kota juga mempersiapkan segala kebutuh Arif. Mulai dari bekal selama perjalanan hingga tiket pesawat.

Selain itu, bapak dua anak itu juga diantar oleh anggota Intel dan Sabhara Polres Probolinggo Kota ke Bandara Juanda, Surabaya. “Sampai di Poso, Arif juga akan didampingi oleh anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan diantar sampai rumahnya,” ujar AKBP Alfian Nurrizal.

Alfian mengatakan, saat mengunjungi Arif beberapa waktu lalu, pihaknya sudah berjanji akan mengantarkannya pulang. Karenanya, saat Arif bebas pihaknya menyiapkan segala kebutuhannya.

“Arif Susanto dinyatakan bebas murni setelah menjalani masa hukumannya. Kami membantu kepulangannya. Mulai dari tiket pesawat dan persiapan lainnya. Termasuk kami sudah berkoordinasi dengan Densus 88 dan BNPT untuk penjemputan di Bandara dan diantar ke rumahnya,” jelasnya.

Kepala Lapas Klas IIB Probolinggo Yandi Suyandi mengatakan, Arif berada di Lapas Klas IIB Probolinggo sekitar 2 tahun. Ia merupakan narapidana dipindahkan dari Mako Brimob.

Menurutnya, selama di Lapas tingkah lakunya sangat baik dan terlihat ada perubahan signifikan. Salah satu buktinya, mau berbaur dan tidak memberikan pengaruh negatif kepada warga binaan lain. Ibadahnya juga terjaga dengan selalu salat berjamaah lima waktu.

Sebelum melewati pintu keluar lapas, Arif juga sempat melakukan sujud syukur. Hal itu dilakukan sebagai wujud syukurnya atas bebasnya dia.

“Insya Allah Arif sudah berubah. Bukti nyatanya, masalah ibadahnya, ia sangat rajin berjamaah dan berbaur dengan napi lainnya. Harapan saya, Arif diterima dengan baik oleh masyarakat luar,” ujarnya.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia