Sabtu, 21 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Pandaan

Sempat Berhenti, Rencana Relokasi Rel Dilanjut dengan Bentuk Tim Baru

Rabu, 20 Jun 2018 03:00 | editor : Fandi Armanto

rel, ka, kereta, kereta api, viaduk

JALUR PASURUAN-SIDOARJO: Perlintasan kereta api di Desa Gempol. Sepanjang 24 kilometer perlintasan KA di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo rencananya akan direlokasi. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

GEMPOL - Rencana Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI merelokasi rel kereta api (KA) Gununggangsir-Sidoarjo, yang sempat terhenti bakal dilanjut kembali. Pemerintah pusat kini berencana mengawalinya dengan membentuk tim baru.

Hal ini ditegaskan Yustina, staf Kementerian Perhubungan, Dirjen Perkereta Apian, wilayah timur. Sebenarnya ditahun 2016, trace atau jalur serta detail engginering design (DED) nya sudah tuntas dikerjakan tepatnya 2016 lalu.

Menurut Yustina, proses dilapangan selama setahun terakhir memang sempat terhenti. “Sekarang dilanjutkan kembali, namun dengan tim yang baru dan di-handle langsung oleh pusat,” katanya.

Rencana relokasi rel KA ini sejatinya sudah bergulir sejak 2016 lalu. Namun proses dilapangan terkait rencana tersebut, sempat terhenti selama sekitar setahun di 2017 lalu. Adapun dalam rencana itu rencananya ada rel kereta api sepanjang sekitar 24 kilometer, yang akan direlokasi. Rel sepanjang itu melintas di dua wilayah Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo.

Nah, di tahun ini dengan tim yang baru, kata Yustina, akan mengawali ulang pada tahap persiapannya. Seperti kajian publik dan sosialisasi dilapangan. Jika sudah tuntas dan sesuai RTRW serta penetapan lokasinya, baru akan melangkah ke proses pembebasan lahan milik warga.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, lokasinya ada di Kecamatan Gempol. Meliputi Desa Legok, Gempol, Kejapanan dan Carat.

“Untuk tahap perencanaannya sudah. Dengan tim baru ini, konsentrasi fokusnya ada dua tahapan sekaligus, yakni persiapan dan juga pengadaan,” jelasnya. Baik tahap persiapan dan pengadaannya, pihaknya berharap di tahun ini kedua proses tersebut rampung. Sehingga tahun berikutnya atau 2019 mendatang, bisa dikerjakan pembangunan fisiknya.

Untuk dua proses ini, tim baru dikonsentrasikan di wilayah Kabupaten Pasuruan saja. Karena di wilayah Kabupaten Sidoarjo, perencanaan maupun persiapan sudah tuntas. Di lapangan tinggal pengadaan dan kini tengah berjalan imbuhnya.

“Mudah-mudahan di wilayah Kabupaten Pasuruan proses yang ada lancar, sekaligus selesai sesuai dengan target atau jadwalnya. Kedepan terkait lahan, yang kami bebaskan untuk double track. Namun pembangunannya satu track dulu,” ungkapnya.

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia