Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pemberhentian Kades Mulyorejo Tunggu Bupati, Lebakrejo Masih Diproses

Selasa, 19 Jun 2018 07:30 | editor : Fandi Armanto

kades, mulyorejo, kraton, ditahan, kasus, dana desa

MASIH DITAHAN: Kepala Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Sutrisno (baju merah membawa jaket coklat, red) saat akan dibawa ke Rutan Bangil, Jumat (28/4) sore. (Dok. Radar Bromo)

BANGIL - Pemberhentian sementara Kepala Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Sutrisno, tengah dalam proses. Saat ini prosesnya, masih menunggu persetujuan dari Bupati Pasuruan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rido Nugroho. Ia menguraikan, sudah menerima surat terkait kejelasan status Sutrisno ke Kejaksaan.

Dalam surat tersebut dilampirkan adanya penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan. “Surat itulah, yang kemudian menjadi dasar kami untuk menindaklanjuti dengan mengajukan pemberhentian sementara ke Bupati,” kata Rido-panggilannya.

Saat ini, kata Rido, pengajuan pemberhentian Kades Mulyorejo sudah dilakukan. Tinggal menunggu keputusan dari Bupati Pasuruan, untuk memberhentikan sementara Kades Mulyorejo.

“Pengajuan sudah. Sekarang kami tinggal menunggu pengajuan pemberhentian tersebut disetujui Bupati,” bebernya.

Seperti yang diberitakan, Kades Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Sutrisno tersandung masalah. Ia diamankan Kejari Kabupaten Pasuruan, lantaran terlilit kasus dugaan korupsi DD tahun 2015-2016.

Kejari menemukan kerugian hingga Rp 148 juta. Modusnya dengan me-markup anggaran dan membuat kwitansi fiktif. Ia ditahan sejak 27 April 2018 lalu.

Lain halnya dengan Mulyorejo, proses pemberhentian sementara Kades Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, masih menunggu kejelasan status dari pihak kepolisian. Menurut Rido, pihaknya sudah mengajukan ke pihak Polres Pasuruan, atas status Gonggo Bitono.

“Sekarang ini, kami masih menunggu status tersangka dari pihak kepolisian. Karena itu pula, yang menjadi dasar untuk pengajuan pemberhentian sementara,” urainya.

Pihaknya belum bisa memproses lebih jauh. Sebab, proses pemberhentian sementara akan dilakukan, setelah ada surat kejelasan dari pihak kepolisian atas status Gonggo Bitono tersebut.

Gonggo Bitono sendiri ditangkap tangan oleh pihak kepolisian. Ia ditengarai telah meminta secara paksa kepada pembeli tanah uang Rp 25 juta. Hal itulah yang akhirnya membuatnya meringkuk di penjara.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia