Minggu, 22 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Dituding Menantu Malas Karena Sering Bangun Siang

Senin, 18 Jun 2018 09:30 | editor : Fandi Armanto

Ono-ono ae

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

PEKERJAAN Minthul (nama samaran), 26, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang membuatnya sering pulang malam, membuatnya sering kecapekan. Sayangnya, kondisi itu tak membuat mertuanya peduli. Minthul tetap dianggap menantu yang malas akibat sering bangun siang.

Lama-lama, Minthul mengaku cepek karena sering dihina dan dijelek-jelekan ke semua orang. Bahkan, kondisi itu berdampak pada rumah tangganya. Minthul mengatakan sudah capek hati karena sering cekcok dengan ibu mertuanya.

Bukannya dirinya tak hormat, namun entah kenapa dari awal dirinya selalu saja salah di mata mertua. “Saya juga sudah berusaha sabar, tapi lama-lama kalau sampai dihina ya siapa juga yang kuat,” keluhnya.

Pernikahan dirinya dengan Tole (nama samaran), 30, sudah berjalan 3 tahun. Selama itu, Minthul sudah banyak bersabar hidup bareng ibu mertuanya yang dikatakan cerewet. Minthul mengatakan bahwa sebelumnya, Tole mempunyai pekerjaan yang lumayan sebagai buruh pabrik.

Dari gaji sang suami, sudah cukup menghidupi keluarga. Sehingga, Minthul berhenti kerja dan menjadi ibu rumah tangga. “Namun ya namanya hidup dikasih cobaan, setahun setelah menikah Tole di-PHK,” ceritanya.

Akibat PHK tersebut, kehidupan ekonomi keluarga mereka jadi morat-marit. Sampai mereka harus berutang sana-sini asalkan bisa untuk makan. Tole juga sudah mencari kerja di mana-mana. Namun, sayangnya tidak ada yang nyantol. Sampai akhirnya Tole diajak kerja ke Bali, meskipun kerja serabutan.

Tentu saja karena harus pisah, ada perasaan berat yang menghinggapi keduanya. “Tapi karena gak ada pilihan, ya terpaksa diterima aja. Saya yang susah di sini, harus tinggal berdua sama ibu mertua,” terangnya.

Minthul sebenarnya juga ogah kalau harus tinggal dengan ibu mertuanya. Tapi, karena Tole memaksa agar ada yang menemani dan merawat ibunya, akhirnya Minthul luluh. Minthul pun akhirnya ikhlas saja tetap tinggal bareng ibu mertuanya.

Persoalan ternyata belum selesai. Penghasilan Tole di perantauan tak terlalu besar. Sehingga, untuk menambah uang belanja, Minthul juga mencari pekerjaan lain. Hingga kemudian, Minthul diterima kerja di warung makan. Namun, kerjanya dari sore sampai malam hari.

“Karena saya shift yang malam, jadi sore sampai pulang bisa jam 23.00,” terangnya. Sedangkang pagi hingga siang, Minthul masih bisa mengurus rumah dan memasak. Baru sore sampai tengah malam, Minthul bekerja mencari uang. Ternyata hal itu tak membuat mertuanya mengerti kondisi dirinya.

Hal ini sejatinya sudah disampaikan Minthul pada mertuanya.Namun, tetap saja ibu mertuanya tak peduli. Akibatnya, sering terjadi pertengkaran di rumah. Tole sendiri tak mampu menengahi. Akhirnya, Minthul minggat dari rumah mertuanya.

“Saya sudah minta mau balik kalau gak tinggal sama mertua. Tapi, Tole gak bisa, katanya masih susah. Ya sudah saya pilih pisah saja,” jelasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia