Kamis, 19 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Istri Boros, Suami Rusak Pakaian Istri

Minggu, 17 Jun 2018 10:00 | editor : Fandi Armanto

Ono-ono ae

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KARENA masih bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, Minthul (nama samaran), 28, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ini tetap menyalurkan hobinya. Yakni, shopping. Barang yang dibelinya tak jauh-jauh dari baju. Namun, kebiasaan ini membuat suaminya geram. Tole (juga nama samaran), 28, menilai Minthul terlalu boros.

Karena geregetan melihat istrinya suka berhura-hura, baju Minthul pun dirobek-robek. Respons Tole itu membuat rumah tangga mereka menjadi runyam. Minthul kemudian mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Sebab, keduanya sejak saat itu seringkali terlibat cekcok.

Minthul mengaku tak mengerti kenapa Tole jadi marah besar hanya karena dirinya belanja baju. “Padahal, itu kan uang saya sendiri, yang saya dapat dari hasil kerja. Tapi, kok Tole ngamuk-ngamuk seolah uangnya dari dia,” keluh Minthul. Pernikahan mereka yang sudah berjalan 3 tahun itu pun kandas.

Selama menikah, Tole dan Minthul memang sering menyalurkan hobi masing-masing. Minthul juga masih bebas bekerja dan melakukan apapun. Termasuk bergaya seperti dulu masih lajang.

Minthul dan Tole memang adalah karyawan perusahaan. Namun, setelah menikah, Minthul memang tetap ingin bekerja. Apalagi dirinya memang belum memiliki anak. Karena memiliki penghasilan sendiri, Minthul bebas membeli apapun keinginannya termasuk membeli baju fashion.

Sedangkan Tole, sebelumnya memang bekerja di perusahaan, namun karena tidak diperpanjang kontraknya, akhirnya pindah ke perusahaan pembiayaan keuangan. “Di kerjaan yang baru, gajinya memang lebih sedikit. Baru bisa gede dari komisi. Tapi, ya Tole jarang dapat komisi yang besar,” terangnya.

Minthul sendiri dari awal menganggap kewajiban suamilah untuk menafkahi keluarga. Sedangkan Minthul kendati bekerja dan memiliki gaji sendiri, namun tak wajib untuk membantu biaya rumah tangga. Karena tinggal di rumah orang tua Tole, Minthul hanya bisa membantu ala kadarnya.

Ia tak mau sampai menyumbang terlalu besar. Ini, lantaran tanggung jawab menafkahi memang tugas Tole dan bukan tugas Minthul. “Saya bukannya pelit, tapi mending uang saya buat bantu orang tua saya. Jadi, saya ya bantu sekadarnya saja gak sampai banyak-banyak,” terangnya.

Nah, rupanya karena dianggap tak mau membantu urusan uang di rumah Tole, Minthul sering dapat cibiran dari mertua. Apalagi Minthul lebih senang membelanjakan uang untuk beli baju yang menurutnya penting untuk menunjang pekerjaan.

Karena senang beli-beli itulah, Minthul dianggap boros. Padahal, Minthul menganggap itu adalah hasil gajinya untuk membeli baju tak pernah minta ke Tole. Tapi, dirinya jadi bahan iri-irian keluarga Tole lantaran dianggap suka hura-hura sendiri.

“Memang Tole beberapa kali negur saya, katanya ngapain sih beli-beli baju, boros. Saya ya membela diri, itu kan untuk menunjang pekerjaan,” Terangnya. Namun, terakhir saat tahu Minthul masih saja beli-beli baju baru, Tole ternyata ngamuk dan malah merobek-robek baju yang ada di lemari.

Hal ini jelas membuat Minthul ketakutan dan marah lantaran perbuatan suaminya. “Saya habis itu minggat soalnya sakit hati. Gak mau balik lagi juga soalnya selama ini juga sering disalahkan karena gak punya-punya anak. Lagipula mertua juga gak pernah suka sama saya,” jelasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia