Kamis, 19 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Features

Ketika Tim Siaga Bencana Kota Pasuruan Siaga di Libur Lebaran

Minggu, 17 Jun 2018 18:00 | editor : Fandi Armanto

damkar, tim siaga bencana

SEMANGAT: Anggota tim siaga bencana Kota Pasuruan berpose di depan damkar. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

CUTI Lebaran yang dinikmati sebagian besar masyarakat Indonesia rupanya tidak dirasakan oleh tim siaga bencana Kota Pasuruan. Mereka tetap harus bertugas untuk memastikan Kota Pasuruan aman dari bencana saat sebagian masyarakat meninggalkan rumahnya untuk mudik.

-------------

Sejumlah pria berseragam warna biru tampak berdiskusi di dalam ruangan mini berukuran 6x8 meter itu. Raut muka mereka begitu serius mendengarkan pembagian tugas selama piket. Sesekali perhatian mereka tertuju pada telepon yang terletak di ujung ruangan.

Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya mempersilakan Jawa Pos Radar Bromo ke dalam ruangannya. Dengan ramah, ia menerima ajakan koran ini untuk mengobrol. Dia adalah Diero, salah satu anggota yang bertugas di SAR dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar).

Ia mengungkapkan, tim siaga kebencanaan ini terdiri atas unsur relawan, pemadam kebakaran (PMK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan SAR. Dalam sehari, tim ini dibagi ke dalam tiga kali shift. Dimana setiap shift-nya ada sekitar 14 orang yang bertugas.

“Tugas utama kami ini adalah untuk mencegah dan mengantisipasi bencana di Kota Pasuruan. Kami bertugas mulai Jumat lalu (8/6) sampai cuti Lebaran berakhir Rabu mendatang (20/6),” jelasnya.

Ada sejumlah hal yang menjadi tanggung jawab tim ini. Di antaranya, melakukan pengawasan dan memberikan penyuluhan pada masyarakat berupa pencegahan dini bencana. Penyuluhan ini dilakukan mulai sebelum puasa maupun mendekati mudik.

Selain itu, tim ini juga memiliki fungsi untuk membantu masyarakat saat ada peristiwa selama arus mudik dan balik Lebaran. Peristiwa ini tidak hanya sebatas bencana alam saja, namun juga bencana yang disebabkan kelalaian manusia seperti kecelakaan.

“Alhamdulillah, pada cuti Lebaran tahun lalu, tidak ada bencana yang terjadi di Kota Pasuruan. Namun, kami membantu evakuasi kecelakaan di Ranggeh yang menewaskan 4 orang,” ungkapnya.

Ia menyebut, bencana termasuk rawan terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran, sebab pada waktu ini banyak rumah kosong ditinggal oleh pemiliknya. Dan, bencana yang paling rawan adalah bencana kebakaran. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pemilik rumah lupa mematikan listrik atau melepas elpiji.

“Kalau sampai lupa melepas atau mematikan, bisa terjadi korsleting yang dapat memicu kebakaran. Selain itu juga biasanya karena hawa panas yang mengenai rumput dan kayu kering,” terang Diero.

Menurutnya, anggota tim siaga yang kebagian piket pagi dan malam tidak dapat berkumpul dengan keluarga. Sementara, anggota yang kebagian piket siang masih bisa melaksanakan Salat Idul Fitri, namun mereka harus siap saat dibutuhkan sewaktu-waktu.

Untuk mengobati rasa kangen berkumpul dengan keluarga, biasanya anggota membeli opor ayam dan lontong. Makanan ini dinikmati bersama di kantor BPBD pada saat hari Lebaran. Tujuannya, anggota yang piket masih merasakan kebersamaan.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat. Untungnya, kami masih memiliki keluarga kedua di sini. Jadi, paling tidak, rasa jauh dari keluarga sedikit terobati,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menambahkan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan masyarakat saat mudik. Yakni, matikan semua alat-alat elektronik, jika mudik dalam waktu lama, maka lemari es lebih baik dikosongkan dan dimatikan.

Lalu, cabut steker dari stop kontaknya, mematikan seluruh lampu ruangan, cabut tabung regulator gas, simpang tabung gas di ruangan yang terlindungi dari pancaran sinar matahari, serta kosongkan tempat penampungan air dan matikan aliran listrik pompa air.

“Dengan mematikan listrik dan mencabut steker dari stop kontak, dapat meminimalisasi terjadinya bahaya. Apalagi bagi masyarakat yang mudik dalam waktu lama,” tutur Yanuar.

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia