Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Antisipasi Pemalsuan Suket, Ini yang Dilakukan KPU Kota Probolinggo

Rabu, 16 May 2018 15:00 | editor : Muhammad Fahmi

dpt, pemilih, pemilu, pilkada, pilbup, pilwali, pilgub, coblosan

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

MAYANGAN - KPU Kota Probolinggo menyiapkan aplikasi untuk membaca barcode pada surat keterangan (suket) perekaman e-KTP. Tujuannya, mengantisipasi pemalsuan suket perekaman bagi warga yang mendaftar menjadi pemilih saat pencoblosan pilkada pada 27 Juni.

Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri menyampaikan hal itu saat sosialisasi Dapil. “Kepada semua KPPS di Kota Probolinggo, kami akan siapkan aplikasi untuk membaca barcode suket perekaman e-KTP,” ujarnya.

Dijelaskan Hudri, penggunaan suket perekaman e-KTP dibolehkan untuk pencoblosan pilkada. Terutama bagi warga yang belum masuk DPT saat penetapan DPT, karena berbagai alasan. Misalnya, usia belum mencapai 17 tahun saat penetapan DPT atau belum pensiun bagi aparat keamanan seperti TNI/Polri.

“Aplikasi tersebut akan dipasang di ponsel android masing-masing KPPS. Jadi, saat ada pemilih yang menggunakan Suket, bisa terbaca dengan aplikasi ini untuk memastikan keasliannya,” ujarnya.

Djoko Wahyudi, komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data menambahkan, warga yang baru memiliki e-KTP menjelang pencoblosan juga bisa menggunakan e-KTP untuk mendaftar sebagai pemilih. “E-KTP tersebut akan difoto oleh KPPS. Kemudian foto e-KTP itu akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Umum 2019,” jelasnya.

Sedangkan bagi mantan narapidana yang terdaftar dalam DPT lapas dan keluar sebelum pencoblosan, bisa mengajukan formulir pindah tempat pemungutan suara.

“Prosesnya paling lambat H-3 pencoblosan untuk mengajukan surat pindah pencoblosan. Dibatasi karena berkaitan dengan ketersediaan logistik saat pilkada,” ujarnya.

(br/put/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia