Minggu, 22 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Politik
Khofifah-Emil Unggul di Debat Kedua

Pengamat: Paslon Nomor Urut 1 Berikan Solusi Konkret dan Relevan

Kamis, 10 May 2018 04:00 | editor : Fandi Armanto

debat, publik, kedua, pilgub jatim, khofifah, indar parawansa, emil, dardak

SERI KEDUA: Pasangan Khofifah dan Emil saat debat publik kedua. (Tim Pemenangan Khofifah-Emil for Radar Bromo)

SURABAYA - Debat seri kedua Pilgub Jawa Timur 2018 kembali mempertemukan dua pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur. Keduanya membeberkan program masing-masing di bidang ekonomi dan pembangunan.

Dalam debat kedua yang digelar KPU Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/5) lalu, paslon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak tampil kompak mengenakan kostum elegan dan batik.

Pasangan Khofifah-Emil mendatangi lokasi debat dengan berjalan kaki ditemani para kiai, habaib, nyai, ribuan relawan, simpatisan, dan kader hingga petinggi partai pengusung.

Dalam debat, Khofifah menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur sangat perlu diperhatikan, sehingga mobilitas ekonomi bisa berjalan lancar. Khofifah juga berkomitmen memeratakan ekonomi melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM.

“Kami ingin mereka menjadi bagian penguatan strategis. Apakah penguatan jejaring mereka bahwa kami Khofifah-Emil akan memfasilitasi sentra industri. Ada communal branding. Kita ingin menyiapkan pusat informasi koridor di 5 Bakorwil. Format ini berseiring untuk meningkatkan kapasitas koperasi dan UMKM,” kata Khofifah.

Di sebuah sesi, Cawgub Emil memaparkan bahwa produksi garam bisa diberdayakan sehingga bisa menjadi tulang punggung ekonomi. Terutama, lanjut Emil, produksi garam Pulau Madura yang perlu didorong agar menjadi penopang kesejahteraan untuk masyarakat.

“Produksi Garam Madura sudah luar biasa. Maka yang didorong sekarang produktivitasnya dulu,” tutur Emil. Melihat proses debat kedua ini, pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Rumayya Batubara menilai, duet kandidat Khofifah-Emil paling menguasai panggung.

Khofifah menjelaskan detail programnya di sektor ekonomi dan pembangunan ini. Pasangan nomor satu ini kembali menghadirkan data terkini berdasarkan data BPS, untuk membeberkan program yang disiapkan demi menyejahterakan masyarakat Jawa Timur.

Baik Khofifah maupun Emil tampil prima dengan paparan program yang begitu lengkap plus dengan rancangan anggaran yang dibutuhkan. Kemudian, Rumayya menilai program yang ditawarkan pasangan Khofifah-Emil tampil lebih konkret. Sehingga, realisasi dari program yang ditawarkan Khofifah-Emil lebih masuk akal dan mudah dilaksanakan.

“Secara umum kedua paslon sudah sukses untuk membahas masalah utama ekonomi Jatim yaitu kesenjangan. Namun, dari segi substansi saya melihat program usulan Paslon 1 lebih realistis dan kongkret,” katanya.

Seperti saat memaparkan program pertanian, Khofifah-Emil dinilai bisa memaparkan secara komprehensif. Sebab, Khofifah-Emil membahas seluruh komoditas yang dibutuhkan masyarakat.

“Misal dalam program pertanian, paslon 1 secara komprehensif membahas 4 komoditas utama Jatim (beras, jagung, gula, dan garam) dengan strategi unik untuk masing-masing komoditas, sedangkan paslon 2 hanya membahas tentang beras,” ucapnya.

Kemudian, terkait program penstabilan harga, pasangan nomor 2 disebut tidak relevan. Sebab, tidak sesuai dengan realitas keuangan daerah. “Solusi masalah kestabilan harga komoditas pertanian paslon 2 juga terlalu utopis dan birokratik melalui pembentukan BUMD pangan,” jelasnya.

“Padahal, nyatanya sebagian besar BUMD Jatim dalam kondisi keuangan yang tidak sehat. Terlebih lagi APBD Pemprov Jatim hanya sekitar 30 persen dari total APBD kabupaten/kota di Jatim," lanjutnya.

Sebaliknya, soal stabilitasi harga, peraih Hadi Soesastro Australia Award 2015 itu menilai pasangan Khofifah-Emil menawarkan program yang relevan. Alasannya, karena ditopang para pelaku ekonomi masyarakat seperti petani dan pedagang. Program stabilitasi harga Khofifah-Emil disebut lebih prorakyat kecil.

“Solusi kestabilan harga paslon 1 lebih realistis dengan melakukan sinkronisasi dalam siklus penanaman antarpetani di Jatim agar tidak terjadi over supply saat panen. Program ini tidak hanya menyasar akar masalah dari kestabilan harga. Tapi juga hemat ongkos dari sisi anggaran,” jelasnya.

Kemudian, terkait pengentasan pengangguran, pasangan dwitunggal ini lebih menawarkan pada pengembangan UMKM. Sehingga, tenaga yang terserap bisa lebih banyak.

“Solusi mengatasi pengangguran paslon 1 lebih realistis dengan bertumpu pada UMKM. Dimana sektor ini memang bersifat padat karya. Sehingga, ketika sektor ini didorong tumbuh, efeknya besar ke penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran,” jelas alumnus doktor The University of Western Australia ini.

Sebaliknya, solusi paslon Gus Ipul-Puti Guntur dengan menggunakan hitungan-hitungan penciptaan lapangan kerja melalui PMA/PMDN (Penanaman Modal Asing/Penanaman Modal Dalam Negeri) berisiko tidak akurat.

“Mengingat sektor ini bersifat pada modal. Terlebih lagi jenis lapangan pekerjaan yang diciptakan PMA/PMDN akan cenderung membutuhkan pekerjaan dengan pendidikan yang tinggi. Sedangkan, sebagian besar angkatan kerja di Jatim masih berpendidikan rendah," ucapnya.

“Apalagi tidak ada jaminan bahwa lapangan kerja yg diciptakan PMA/ PMDN akan diisi oleh pekerja dari Jatim,” tegasnya lagi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Ahmad Nawardi terkait program peningkatan produktivitas garam. Dia menilai program Khofifah-Emil terkait peningkatan produktivitas garam sangat ditunggu masyarakat Madura.

“Sangat mengapresiasi program meningkatkan produktivitas garam. Kalau mendorong sudah biasa. Harus ada program khusus di Madura. Soalnya Madura punya potensi. Lahan garamnya cukup luas,” ucap Nawardi. “Realistis sekali kalau Madura ditingkatkan garamnya. Sehingga, minimal bisa mengurangi impor dan bisa menyupai kebutuhan garam,” tambahnya.

(br/jpk/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia