Kamis, 19 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
PERSEKABPAS

Akibat Bom Asap saat Lawan Kanjuruhan FC, Persekabpas Disanksi Ini

Rabu, 25 Apr 2018 08:00 | editor : Fandi Armanto

sakeramania, suporter, persekabpas, pasuruan, liga 3, bonek

HARUS LEBIH TERTIB: Sakeramania ketika mendukung Persekabpas berlaga di stadion Soedrasono. Gara-gara bom asap, Persekabpas terimbas sanksi. (Dok. Radar Bromo)

BANGIL - Hasil cemerlang yang diraih Persekabpas Pasuruan di putaran pertama Liga 3 Zona Jatim, ternoda oleh ulah oknum suporter. Betapa tidak, sanksi akhirnya harus diberikan tim kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan tersebut, setelah pelanggaran yang dilakukan oknum suporter.

Pelanggaran yang dimaksud, berupa menyalakan bom asap atau flare saat pertandingan bakal berakhir. Atas pelanggaran itulah, pihak komdis PSSI Jatim menjatuhkan sanksi denda Rp 2,5 juta untuk Persekabpas Pasuruan.

Sanksi tersebut tertuang dalam surat keputusan yang dikeluarkan tertanggal 20 April 2018. Dalam surat yang dikeluarkan komdis PSSI Jatim untuk Persekabpas Pasuruan itu, tertuang jika pelanggaran terjadi memasuki 90+5 menit.

Ketika itu, Persekabpas tengah meladeni tim Kanjuruhan FC, 18 April 2018. Dalam catatan Komdis, ditemukan adanya pendukung Persekabpas Pasuruan yang menyalakan bom asap di tribun sebelah timur.

Selain berdasarkan laporan khusus pengawas pertandingan, juga ada bukti rekaman pertandingan. Pihak komdis memandang, menyalakan bom asap merupakan jenis penggunaan benda-benda yang bisa menyebabkan kebakaran. Hal ini dilarang dan diatur dalam pasal 70 kode disiplin PSSI.

Karena pelanggaran itulah, pihak PSSI memberikan sanksi. Yakni, sanksi denda sebesar Rp 2,5 juta. Adanya sanksi itu pun dibenarkan Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane.

Ia menjelaskan, sanksi itu dipicu uforia suporter yang begitu tingginya menyambut kemenangan tim kesayangan mereka. Pihaknya pun bisa memaklumi dengan sikap oknum-oknum suporter tersebut.

"Mereka terlalu bersemangat. Sampai-sampai meluapkan kegembiraannya itu dengan menyalakan flare," sampainya.

Meski begitu, pihaknya berharap hal tersebut tidak sampai terulang. Hal ini untuk menghindari sanksi yang mungkin bisa lebih berat diberikan PSSI. Karenanya, perlu dukungan dari segala pihak.

Bukan hanya suporter, tetapi juga pihak panpel ataupun pihak pengamanan. "Kami berharap tidak sampai terulang. Karena hal ini untuk menghindari sanksi yang lebih berat. Khawatirnya, sanksi itu tidak hanya merugikan tim, tetapi juga suporter itu sendiri," harapnya.

(br/one/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia