Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

9 Napi Terlibat Keributan di Lapas Pasuruan, Motifnya Masih Didalami

Selasa, 17 Apr 2018 05:30 | editor : Fandi Armanto

lapas, penjara, rutan, klas iib, kota, pasuruan

LEMBAGA PEMASYARAKATAN: Suasana di Lapas Pasuruan. Minggu (15/4) lalu sempat terjadi keributan di dalam Lapas Klas IIB ini. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Suasana Lapas IIB Pasuruan Minggu (15/4) siang, mendadak tegang. Betapa tidak, itu lantaran terjadi keributan sesama narapidana. Seorang narapidana pindahan dari Lapas Klas IA Surabaya berinisial YI, dikeroyok delapan narapidana asal Pasuruan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekira pukul 11.15. Selepas kumandang azan, sebagian besar warga binaan memang tengah bersiap menunaikan salat duhur di masjid lapas. Namun, tidak demikian dengan delapan narapidana yang sama-sama terlibat perkara narkoba tersebut.

Mereka di antaranya MS, asal Kecamatan Bugulkidul; MZ, asal Panggungrejo; TF, asal Purworejo; AH, MA, MAS, dan RRF, asal Gadingrejo, Kota Pasuruan. Sedangkan seorang narapidana lainnya yakni ES, asal Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Saat warga binaan lainnya hendak menunaikan salat, delapan narapidana itu justru menuju Blok A.

Mereka yang menghuni blok B, kemudian menuju blok A, tempat YI disel. Saat itu, YI tengah terlelap di dalam sel. Tanpa ba bi bu, delapan narapidana itu langsung menghujani YI dengan pukulan. Pukulan pertama membuat YI terjaga dan spontan berupaya melawan. Lantaran kalah jumlah, perlawanan YI tak banyak membuahkan hasil. Akibatnya, YI pun mengalami luka robek pada kepala bagian kanan.

Keributan itu memantik perhatian warga binaan lainnya. Petugas lapas langsung mendatangi lokasi dan melerai aksi pengeroyokan. Petugas lapas juga melaporkan hal ini ke Polres Pasuruan Kota. Beberapa saat kemudian, sejumlah personel polisi turun melakukan pengamanan.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, membenarkan adanya keributan di dalam lapas. Pihaknya pun mengerahkan belasan personel untuk melakukan pengamanan.

“Memang benar, kami menerima informasi adanya keributan di dalam lapas. Akhirnya kami kerahkan 15 personel gabungan. Terdiri atas Polsek Purworejo, anggota Satreskrim, Satintelkam, dan Sabhara. Kami hanya membantu pengamanan di dalam lapas agar kembali kondusif pasca keributan terjadi,” beber Rizal.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas IIB Pasuruan Arimin mengaku sudah mengambil langkah tegas. Menurut dia, penanganan perkara tersebut dilakukan secara internal. Proses pemeriksaan juga tengah berjalan hingga saat ini. “Napi yang dikeroyok sudah kami berikan perawatan medis di Poliklinik. Lukanya tidak begitu parah,” terangnya.

Sedangkan untuk 8 narapidana yang melakukan pengeroyokan, sudah dipisahkan dengan warga binaan lain. Mereka, sambung Arimin, sudah menghuni ruangan khusus.

“Mereka sudah diamankan di ruang khusus. Agar kemungkinan adanya serangan balasan dari pihak yang dikeroyok tidak terjadi. Kami juga memperketat pengawasan hingga kondisi benar-benar kondusif,” jelasnya.

Saat disinggung konsekuensi yang akan diterima 8 narapidana tersebut, Arimin belum dapat memastikan. Sebab, penindakan baru dapat dilakukan apabila proses pemeriksaan rampung. “Konsekuensinya bisa diketahui setelah pemeriksaan selesai. Termasuk motif pengeroyokan itu sendiri masih didalami,” katanya.

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia