Rabu, 18 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Bak Raja, Suami Enggan Bantu Istri Urus rumah

Senin, 16 Apr 2018 09:45 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 38, warga Beji, Pasuruan dengan kembali bekerja ternyata tidak didukung oleh suaminya, Tole (juga nama samaran), 40. Tole rupanya tetap memakai pedoman lawas, yakni bahwa mengurus rumah tangga adalah pekerjaan istri.

Padahal, sudah hampir dua tahun Tole tidak lagi bekerja. Kerjaannya juga hanya di rumah saja. Namun yang membuat Minthul kecewa, Tole enggan membantu pekerjaan rumah dan mengurus anak. Geregetan dengan sikap Tole yang seenaknya sendiri, pernikahan mereka pun terancam bubar.

Minthul mengatakan, dirinya benar-benar jengkel dengan sikap suaminya. Setelah sudah lama menganggur dan tidak ada uang belanja, dirinya sampai rela bekerja kembali sebagai buruh pabrik agar keluarganya tak kesulitan makan.

“Tole kan sudah di-PHK 2 tahun lalu, tapi cari kerja sana sini juga gak dapat,” terangnya.

Sebelum menikah dulu, baik Tole dan Minthul memang bekerja sebagai buruh pabrik. Namun setelah melahirkan anak kedua, Minthu memilih berhenti kerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga.

Kendati hanya Tole yang jadi tulang punggung keluarga, dikatakan tidak ada masalah serius termasuk masalah keuangan karena selama ini mereka hidup sederhana. Dulu layaknya keluarga Indonesia, peran Tole sebagai kepala keluarga memang mencari uang. Sedangkan Minthul yang di rumah mengurus rumah dan anak. Dan hal ini terus terjadi sampai belasan tahun menikah.

Tapi yang namanya kehidupan, kadang di atas tapi juga di bawah. Ketika Tole di-PHK 2 tahun yang lalu benar-benar membuat ekonomi rumah tangga terpuruk. Memang ada beberapa uang pesangon dari pabrik. “Tapi, sampai kapan ambil duit tabungan. Apalagi hingga setahun Tole tak kunjung kerja. Akhirnya saya inisiatif cari kerja juga dengan kontak teman-teman lama saya,” ujarnya.

Keberuntungan rupanya berpihak kepada Minthul. Saat itu pabrik lamanya bekerja memang membutuhkan karyawan lagi. Dan tak sulit, Minthul bisa mendapatkan pekerjaan yang dulu dilakoninya sebelum menikah. Setelah bekerja, memang ekonomi lebih baik dan mereka tak kekurangan untuk biaya hidup sehari-hari.

Nah, masalah pun mulai muncul. Ini, lantaran Tole sebagai laki-laki merasa bukan tanggung jawabnya untuk mengurus rumah tangga meskipun tidak lagi bekerja. Sehingga, Minthul selain sudah capek bekerja, sebelum berangkat dan pulang harus mengurus tetek bengek di rumah. Hal ini jelas dikeluhkan oleh Minthul dan dia berharap Tole mau membantunya.

“Eh, tapi dia bilang kerjaan rumah tetap kewajiban istri. Sehingga dikasih pengertian bagaimanapun tetap gak mau bantuin saya,” keluhnya.

Padahal, seharusnya pekerjaan rumah tangga itu ditanggung berdua. Apalagi saat ini Minthul sudah kecapekan mencari uang demi keluarga. Harusnya, Tole yang tahu diri dengan membantu mengurus rumah dan anak.

“Gak ada perubahan sampai satu tahun lebih. Meskipun nganggur ya tetap kerjaannya molor dan nonton televisi melulu. Gak mau sama sekali bantuin dikit kerjaan rumah. Daripada begitu terus, akhirnya saya ngamuk dan pilih cerai saja di Pengadilan Agama (PA) Bangil,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia