Minggu, 22 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Features

Mengenal Puspancal, Wadah Tingkatkan Minat Literasi di Kalangan Siswa

Kamis, 12 Apr 2018 19:00 | editor : Fandi Armanto

puspancal, perpustakaan, sepeda pancal, komunitas, literasi

KOMPAK: Komunitas Perpustakaan Sepeda Pancal (Puspancal) ketika berkunjung ke sekolah. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

BERAGAM cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak. Mulai dari membuat perpustakaan di titik keramaian, menyelenggaraan perlombaan, sampai membentuk sebuah komunitas baca. Seperti komunitas Perpustakaan Sepeda Pancal (Puspancal). Dengan menggunakan sepeda pancal, kampanye literasi dianggap efektif.

----------------------

Cuaca terik siang itu tak membuat sejumlah siswa lelah menuntun sepeda pancal. Terlebih, di keranjang sepeda itu, belasan buku dengan berbagai judul diletakkan. Mereka lantas berjalan sambil menawarkan buku pada siswa yang melintas. Tak sedikit siswa yang tertarik untuk membaca.

Pemandangan ini kerap terlihat di lingkungan MTs Negeri 6 Pohjentrek. Ini merupakan bagian dari kegiatan Puspancal yang dibentuk oleh sekolah setempat. Harapannya, gerakan ini mampu menumbuhkan minat baca di kalangan siswa.

Kepala Perpustakaan MTsN 6 Pohjentrek Ririn Insiati mengungkapkan, Puspancal ini dibentuk pada awal tahun 2018 lalu. Pembentukannya bertujuan untuk menggalakkan literasi, sebab pihaknya melihat budaya membaca siswa mulai luntur.

Awalnya, Puspancal ini hanya bergerak di dalam lingkungan MTsN 6 Pohjentrek. Setiap kali bergerak, ada 10 siswa yang melakukan promosi dengan menuntun sepeda keranjang dengan membawa 25 buku. Buku yang dibawa ini beragam mulai dari pengetahuan, novel, sampai motivasi.

“Ada perwakilan antara dua sampai 6 siswa di masing-masing kelas. Perwakilan siswa ini disebut sebagai duta perpustakaan (duper). Total saat ini ada 36 siswa yang menjadi duper. Mereka dipilih secara bergantian,” ungkapnya.

Puspancal ini bergerak saat ada kegiatan literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau pada saat jam istirahat siswa. Sehingga, tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Saat bergerak, Puspancal selalu menggelar tikar untuk memudahkan siswa saat membaca.

Namun, sejak Februari lalu, Puspancal mulai merambah ke sekolah lainnya di Kecamatan Pohjentrek. Pihak sekolah bisa melobi MTsN 6 Pohjentrek agar dapat dikunjungi. Nantinya, 10 duper akan datang dengan membawa buku ke sekolah tersebut.

Menurutnya, seluruh sepeda pancal yang digunakan milik siswa pribadi. Sementara buku yang dibawa ini berasal dari koleksi perpustakaan sekolah dan sumbangan dari guru maupun siswa. Saat ini, total koleksi buku yang dimiliki Puspancal mencapai 500 judul.

“Sementara ini, kami hanya menyasar SD/MI di Kecamatan Pohjentrek dahulu. Sejak Puspancal terbentuk, baru MI Darul Ulum di Pleret yang sudah kami kunjungi. Sisanya, hanya sebatas di lingkungan sekolah saja,” terang Ririn.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MTsN 6 Pohjentrek Eka Sugeng Ariadi menyebut, Puspancal ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya, kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk berani tampil dan berkomunikasi di depan umum.

Menurutnya, ada pengalaman berkesan saat Puspancal mendatangi MI Darul Ulum. Salah satu siswa yang baru duduk di kelas 1 meminta untuk tampil dan menceritakan kembali buku yang dibacanya. Dan ternyata, ia mampu untuk menjelaskan isi buku tersebut

“Ini menunjukkan Puspancal mampu mendorong siswa untuk berani dan suka membaca. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan kami mendatangi sekolah yang lebih luas. Misalnya sekolah di Kecamatan Kejayan,” jelasnya.

puspancal, perpustakaan, sepeda pancal, komunitas, literasi

DUNIA LITERASI: Komunitas Puspancal ketika berkumpul dengan siswa. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia