Jumat, 20 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Radar Bromo Events

Lomba Inovasi Daerah, Implementasi Juga Jadi Penentu

Kamis, 29 Mar 2018 07:15 | editor : Muhammad Fahmi

inovasi daerah, lomba, presentasi

PENENTUAN: Salah satu peserta mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri di ruang rapat utama Bappeda Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/3). (Jamaludin/Radar Bromo)

KRAKSAAN - Lomba Inovasi Daerah 2018 gelaran Bappeda Kabupaten Probolinggo, memasuki tahapan presentasi. Rabu (28/3), tahapan untuk memilih karya inovasi terbaik itu digelar di ruang rapat utama kantor Bappeda.

Presentasi diawali peserta dari kalangan pelajar, dilanjutkan peserta dari kategori umum/mahasiswa, dan peserta kategori karyawan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Setiap peserta mendapatkan waktu presentasi 10 menit.

Selain berkelompok, peserta juga mempresentasikan karyanya secara pribadi atau tampil sendiri di hadapan dewan juri. Usai presentasi, dilanjukan sesi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab, peserta dan juri diatur berhadapan-hadapan dalam satu meja. Masing-masing juri memberikan sejumlah pertanyaan dalam waktu sekitar 3-4 menit untuk setiap peserta.

Salah satu juri Prof. Dr. H.R Abdul Haris mengatakan, poin penilaian terdiri atas 2 kriteria. Meliputi, penyampaian presentasi dan metode dalam sesi tanya jawab.

“Tanya jawab ini poin paling penting. Sebab, dari sana bisa diketahui karya inovasi itu sudah diimplementasikan apa belum. Meski mendapat nilai tinggi, implementasi juga menjadi penilaian dalam lomba ini,” ujarnya.

Dari hasil penilaian 3 juri, hasilnya akan digabung untuk menentukan peserta yang berhak lolos ke tahap penilaian atau kujungan lapangan. Dalam tahap itu, dari setiap kategori akan diambil peserta terbaik berdasarkan hasil presentasi dan tanya jawab.

“Senin (2/4) kami (juri) akan mengadakan pertemuan lagi. Termasuk, jumlah peserta yang lolos dari 3 kategori itu ada berapa. Hari Senin kami bahas bersama. Kami lihat dari hasil penyampaian presentasi dan metode dalam tanya jawab tadi (Rabu),” ujarnya.

Seperti tahapan sebelumnya, dalam tahapan ini ada 3 juri yang menilai. Yakni, Prof. Dr. H.R Abdul Haris dari Universitas Pancamarga Probolinggo; Sugiono, P.hd dari Universitas Nurul Jadid, Paiton; dan Ir. Sayogya, dari unsur praktisi.

(br/uno/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia