Sabtu, 21 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Minta Duit Belanja Ditambah, Istri Malah Disuruh Cari Suami Baru

Selasa, 20 Mar 2018 09:40 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, suami, istri, tole, minthul, cerai, talak, rumah tangga

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

TIADA hari tanpa bertengkar. Itulah situasi rumah tangga Tole (nama samaran), 30 dan Minthul (juga nama samaran), 26. Pasangan suami istri (pasutri) asal Bangil yang kini proses cerai itu, selalu bertengkar. Pemicunya, acap kali persoalan ekonomi.

Proses perceraian dipilih Minthul karena dia menganggap, suaminya menggampangkan masalah dan tak bertanggung jawab. Dasar inilah yang membuat Minthul akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengatakan, benar-benar kesal dengan sikap suaminya yang seenaknya sendiri dan menggampangkan masalah. “Kalau gak punya uang, dia gak berusaha. Kalau saya marah kok gak ada uang belanja, dia ikut-ikutan marah dan malah suruh saya cari suami baru lagi saja,” terangnya.

Suaminya memang bukan anak kecil lagi, tapi sikap dan prilakunya yang gampang ngambek dan tak mau bekerja keras membuat Minthul akhirnya benar-benar tak tahan lagi. Sehingga, di usia pernikahan yang belum sampai 3 tahun ini. Minthul memilih mengajukan cerai.

Sebelum menikah, Minthul memang sempat bekerja sebagai buruh pabrik. Tapi karena sudah memasuki usia menikah, Minthul mencari laki-laki yang mau menjadi imamnya. Saat itu kenallah Minthul dengan Tole yang dari sisi pekerjaan memang dianggap kurang menjanjikan.

“Kerjaannya buruh tani. Saat itu keluarga tahu dan sempat gak setuju. Tapi, saya nekat bilang sudah cinta, lama-lama yang akhirnya diperbolehkan juga menikah,” terangnya.

Nah, setelah menikah, Tole tinggal bersama orang tua Minthul. Tak lama setelah menikah, Minthul pun hamil dan akhirnya memilih berhenti kerja saat hamil besar. Masalah mulai muncul karena hanya Tole yang bekerja sehingga dari segi pemasukan mulai kesulitan. Apalagi pekerjaan Tole sebagai buruh tani memang tak selalu ada dan musiman.

Diakui Minthul, setelah berhenti kerja, dirinya memang sering uring-uringan. Hal ini dilakukan agar Tole bisa semangat cari kerjaan lain agar bisa dapat uang. “Tapi, Tole malah tersinggung. Pas gak ada pemasukan, dia (Tole) bilang ya bisanya cuma buruh tani. Kalau gak suka ya sana cari suami baru lagi,” terangnya.

Seperti di-skak mat, Minthul tak bisa berkata apa-apa. Padahal keinginannya, Tole bisa lebih berupaya karena bakal ada tanggungan anak. Tapi, setelah anak lahir dan kehidupan ekonomi makin tinggi, Tole tak juga berubah dan enggan mencari pemasukan lain.

Akibatnya, ekonomi memang menjadi sumber pertengkaran. Dan ujung-ujungnya, Tole selalu mematahkan pertengkaran dengan menyuruh Minthul menyuruh mencari suami baru. Bahkan, yang bikin Minthul jengkel adalah kalau Tole tak punya penghasilan, dia selalu tak pulang dan tinggal di rumah orang tuanya.

“Kalau saya cari, dia bilang gak ada uang. Dan, saya lagi-lagi disuruh cari suami lain saja. Karena dia gitu terus, akhirnya saya ya jengkel. Terus saya bilang, ya sudah saya cari sendiri kamu gak usah balik. Terus saya pilih cerai saja,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia