Sabtu, 21 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Sering Cemburu, Suami Larang Istri Bekerja di Diler

Minggu, 31 Dec 2017 14:15 | editor : Radfan Faisal

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

BUKAN perkara mudah mendapat pekerjaan di zaman sekarang. Namun, Tole (nama samaran), 30, warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, rupanya tidak peduli hal itu. Buktinya, Tole malah minta istrinya, Minthul (juga nama samaran), 27, berhenti dari tempatnya bekerja.

Alasannya, karena Minthul bekerja di tempat yang sebagian besar karyawannya adalah laki-laki. Dan, Tole tidak suka kondisi itu. Minthul sendiri menilai, alasan Tole tidak masuk akal. Karena itu, dia enggan menuruti kemauan suaminya itu.

Bagi Minthul, dirinya sangat beruntung karena bisa bekerja di bagian administrasi sebuah diler motor. Menurutnya, pekerjaan itu cukup bergengsi. Bahkan, sulit untuk mencari pekerjaan serupa.,

“Tapi nggak tahu kenapa, Tole pikirannya malah negatif terus. Bahkan, dia suka cemburu nggak jelas, gara-gara di tempat kerja lebih banyak laki-laki daripada perempuan,” ungkapnya.

Permintaan Tole agar Minthul berhenti bekerja ini, adalah yang kedua. Di tahun-tahun awal menikah menurut Minthul, Tole juga memintanya berhenti bekerja sebagai buruh sebuah pabrik. Saat itu, Minthul mengiyakan saja. Sebab, dirinya sedang hamil besar anak pertama.

Padahal, waktu itu sebenarnya gaji Minthul sebagai buruh pabrik, lebih besar daripada gaji Tole yang pegawai sebuah koperasi. Itulah mengapa, setelah menikah, Minthul memilih tetap bekerja. Pertimbangannya, gajinya lebih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Termasuk menabung untuk keperluan masa depan.

“Waktu saya hamil besar, Tole memaksa saya berhenti kerja. Katanya istri lebih baik di rumah, ngurus anak dan rumah. Mau nggak mau, saya nurut saja. Katanya rezeki pasti ada kalau nurut sama suami,” jelasnya.

Namun, itu hanya bertahan 2 tahun. Setelah anak pertamanya berusia 2 tahun, Minthul pun memutuskan bekerja lagi. Salah satu pertimbangannya, karena selama ini gaji Tole di bawah UMR. Tanpa Minthul membantu bekerja, selama dua tahun, mereka hidup sangat pas-pasan. Duit belanja pun kurang.

Dengan alasan itu, Tole tak bisa menolak keinginan Minthul untuk bekerja. Awalnya, Minthul mencari pekerjaan sebagai buruh pabrik. Namun, tak kunjung berhasil.

“Setelah cari sana sini, ada teman yang bilang mau berhenti bekerja di diler motor. Akhirnya, saya dimasukkan untuk mengganti dia dan diterima,” ungkapnya.

Di diler motor itu, menurut Minthul, pekerjaannya sebagai bagian administrasi cukup enjoy. Bahkan, gajinya sangat cukup untuk membantu keluarga.

Sayangnya, Tole tak suka melihat Minthul kembali kerja. Tole pun kembali minta Minthul berhenti. Alasannya, di diler, pekerjanya lebih banyak laki-laki.

“Dia bilang berhenti saja, cari kerja di tempat yang cewek semua. Saya nggak maulah,” tuturnya.

Penolakan Minthul membuat pertengkaran antara keduanya sering terjadi. Bahkan, Tole suka cemburu nggak jelas dan membuat Minthul jadi bete sendiri.

Tak tahan dengan sikap suaminya, Minthul akhirnya memilih minggat dari rumah. Dia lantas menggugat cerai suaminya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia