Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Istri Dijadikan Mesin ATM Suami

Sabtu, 23 Dec 2017 11:35 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 45, warga Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan untuk memiliki suami idaman, meleset. Pasalnya, suaminya barunya, Tole (juga nama samaran), 38, justru menjadi parasit. Tak hanya numpang tidur, Tole juga menggantungkan kebutuhan hidupnya pada Minthul.

Hal itulah yang membuat Minthul mangkel dan menggugat cerai lewat Pengadilan Agama Bangil. Minthul mengatakan, pernikahan mereka hanya bertahan 2 tahun saja. Meskipun sudah berusaha untuk bertahan, agar tak lagi menyandang status janda, namun Minthul akhirnya menyerah.

“Harusnya yang kasih nafkah itu kan suami, tapi ini nggak. Suami yang enak-enakan nganggur, keluyuran gak jelas. Dan selalu minta uang sama saya,” jelasnya. Hal itu bertolak belakang dengan dirinya yang bertipe pekerja keras.

Ia kemudian menceritakan kisah hidupnya selama ini. Setelah bercerai dengan mantan suaminya, anak satu-satunya memang ikut dengannya. Saat ini, anak laki-lakinya sudah dewasa dan bekerja di luar kota. Sehingga di rumah memang hanya ada Minthul dan ibunya yang sudah tua.

Tak betah menjanda, akhirnya Minthul membuka diri. Ia lantas berkenalan dengan Tole lewat teman-temannya di pabrik. “Sama-sama kerja di pabrik, tapi beda perusahaan. Meskipun dari usia jauh tua saya. Tapi katanya dia serius,” jelasnya.

Tole dikatakan memang belum pernah menikah. Namun, Minthul yakin jika Tole menjadi pelabuhan terakhirnya. Karena sudah dimabuk cinta, Minthul pun mengiyakan ajakan Tole membina rumah tangga. Dengan pesta sederhana, merekapun sah menjadi suami istri.

Tole kemudian ikut tinggal bersama Minthul. Keanehan mulai muncul, saat Tole yang sebelumnya sudah bekerja, memilih mundur dari pekerjaannya. “Katanya gak diperpanjang kontraknya. Saya tanya, pasti dapat pesangon kan? Ternyata enggak,” katanya. Minthul berusaha percaya meski perkataan suaminya tidak masuk akal.

Ternyata, Tole malah bermalas-malasan usai di-PHK. Ia memilih keluyuran daripada mencari pekerjaan. Kalau tidak ada uang, ia kemudian minta pada sang istri. Awalnya, Minthul kasihan. “Tapi kok jadi kayak keenakan. Apalagi, infonya Tole memang malas kerja. Karena itu, dia berhenti kerja setelah menikah dengan saya,” ujarnya.

Akhirnya, selama 2 tahun menikah, Minthul merasa jadi mesin ATM suami. Tak tahan dengan sikap suaminya itu, Minthul memilih menjanda lagi. “Sebenarnya malu jadi janda lagi. Tapi Tole gak ada tanggungjawabnya gitu. Jadi ya mending pisah saja,” jelasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia