Jumat, 20 Jul 2018
radarbromo
icon featured
PERSEKABPAS

Persekabpas Gagal Promosi ke Liga 2, Begini Pernyataan Sakeramania

Rabu, 20 Dec 2017 18:03 | editor : Muhammad Fahmi

BERI DUKUNGAN: Sakeramania saat memberi dukungan untuk Persekabpas di Liga 3 musim lalu.

BERI DUKUNGAN: Sakeramania saat memberi dukungan untuk Persekabpas di Liga 3 musim lalu. (Zubaidillah/ Radar Bromo)

PASURUAN–Kegagalan Persekabpas di babak 16 besar Liga 3 tak hanya membuat Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- kecewa. Mereka pun mendesak agar ada evaluasi total di tubuh manajemen. Sebab, kegagalan Persekabpas bukan hanya terjadi di liga musim ini.

Senin (18/12) malam lalu, puluhan pentolan Sakeramania melakukan pertemuan di Distro Sakeramania yang berada di Pogar, Bangil. Dalam pertemuan itu, muncul masukan-masukan agar harus ada yang dibenahi di tubuh manajemen. Bila perlu, mengganti posisi pengurus yang dianggap tidak bekerja maksimal.

“Kenapa kami mendesak harus ada evaluasi ? Sebab, kegagalan ini terulang kembali. Semenjak dari Liga Nusantara sampai Liga 3, Persekabpas selalu gagal melaju. Terakhir di Liga 3 lalu. Padahal Persekabpas sudah mendapat dukungan dari banyak pihak. Termasuk dari kepala daerah dan PSSI,” beber Komed Siamat, koordinator Sakeramania.

Komed menyebutkan, saat Sakeramania berkumpul di Distro yangmenjadi basecamp mereka, ada puluhan anggota yang hadir. Mulanya, mereka ingin mengelar aksi turun ke jalan dan menuntut pertanggung jwaban manajemen. 

Sebab, mereka menilai, pasti ada yang tidak beres di dalam tubuh manajemen. Ini dibuktikan, selama mengarungi Liga 3 lalu, ada beberapa pemain yang keluar.

Bagi Sakeramania, keluar dan masuknya pemain dalam tim sepakbola adalah hal biasa. Tetapi, saat pemain keluar, selalu saja ada suara sumbang yang membahas tentang buruknya manajemen. 

“Inilah yang membuat Sakeramania tidak puas. Kami ingin mempertanyakan soal itu. Dalam waktu dekat, kami ingin melakukan pertemuan dengan manajemen. Bila perlu pertemuan ikut dihadiri bupati Pasuruan,” terang Komed.

Di sisi lain, suara Sakera Mania mendapat sambutan dari manajemen. Salah satunya Abu Bakar Assegaf, asisten manajer bidang teknik. Yik Bakar- Abu Bakar Assegaf mengatakan, sangat siap merespon Sakera Mania, jika ingin melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen.

“Namun yang terpenting, Sakeramania juga harus tahu, apa faktor yang membuat Persekabpas tersandung di 16 besar lalu,” terang pria asli Bangil tersebut.

Menurut dia, jajaran manajemen, pemain dan ofisial, sejatinya sudah berupaya maksimal agar Persekabpas bisa melaju ke babak 8 besar. Ini terlihat dengan permainan Persekabpas, saat menghadapi Blitar United di Jepara. Persekabpas lebih banyak menciptakan peluang, ketimbang Blitar United.

“Tetapi, Dewi Fortuna belum berpihak pada kami. Saat pertandingan, petinggi Persekabpas dan PSSI ikut hadir untuk menonton. Bahkan ketika pertandingan berakhir, Pak Iswahyudi sangat bersedih,” beber Yik Bakar.

Nah, disinilah semestinya suporter turut memberi dukungan. Bukan ketika tim kalah, justru menghujat. “Seharusnya legawa, karena para pemain dan semua jajaran manajemen, sudah mendukung total,” terang Yik Bakar.

Hal inilah yang akan menjadi evaluasi manajemen. Salah satunya, harus segera bersiap untuk menyambut musim baru. “Untuk manajemen, memang harus ada keikhlasan. Begitu juga dengan pemain. Karena kami akui, ada pemain yang kurang kooperatif. Bahkan berulah lantaran menjelek-jelekkan manajemen usai kegagalan. Pemain ini yang rencananya akan kami proses, bila perlu ke kepolisian,” beber Yik Bakar.

Soal keinginan Sakeramania yang berharap adanya pertemuan, Yik Bakar memastikan, pihaknya siap-siap saja. “Karena, Sakeramania adalah pendukung yang solid. Tentu kami siap menyambut pertemuan itu,” pungkasnya.

(br/fun/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia