Senin, 23 Jul 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Lupa Matikan Lilin, Warung Ludes Dilalap Api

Senin, 09 Oct 2017 09:00 | editor : Fandi Armanto

kebakaran, warung

MERUGI: Warung milik Nadjak di Sukapura yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran, Sabtu (7/10) lalu. (M. Hilal Lahan Amrullah/Jawa Pos Radar Bromo)

SUKAPURA - Nasib sial dialami Nadjak, 67, warga RT 08/RW 04 Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (7/10) lalu warungnya ludes dilalap api. Penyebabnya, dia lupa mematikan lilin. Nadjak pun mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat bencana itu.

Nadjak mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Malam itu warunganya dijaga oleh cucunya, Fifi, 22, warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Lumbang. Sekitar pukul 18.30 WIB, terjadi pemadaman listrik, sehingga Fifi menyalakan lilin.

“Cucu saya membakar lilin dan diletakkan di meja tengah warung yang bertaplak plastik. Alas lilinnya pakai teplek lalu ditinggal pulang tanpa memberitahu saya,” ujar bapak dua anak itu.

Sekitar pukul 21.30 WIB, listrik kembali menyala. Namun, warungnya sudah tutup sekitar pukul 21.00 WIB.

“Sebelum warung terbakar pukul 22.30, saya masih sempat jagongan bersama warga di warung tetangga di sebelah utara warung saya. Lalu, saya tinggal menjemput ibunya anak-anak yang bekerja di salah satu hotel di Sukapura. Sampai di hotel saya ditelepon putra saya, Adi Wahyono, bahwa warung saya terbakar,” ujar Nadjak.

Mendapati itu, Nadjak langsung kembali dan melihat warungnya habis ludes. Melalui warung berukuran 8 meter kali dua meter itu, selama ini Nadjak mengais rezeki dengan berjualan makanan. Seperti, bakso, nasi goreng, dan soto.

“Semuanya terbuat dari kayu. Lantai dan dindingnya papan kayu. Sedangkan atapnya menggunakan asbes. Saya rugi sekitar Rp 30 juta. Ada televisi, salon, perkakas seperti meja-kursi, bahkan alat-alat masak, termasuk piring dan gelas ludes terbakar,” ujar Nadjak.

Nadjak mengatakan, api yang melalap warungnya baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, api mati sendiri. Sedangkan, Nadjak hanya berusaha mengamankan agar api tak merembet ke lahan Perhutani. Makum warungnya dekat dengan lahan milik Perhutani. “Kami mematikannya pakai alat manual karena di sini tidak ada air,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Sukapura AKP Noer Choiri membenarkan kebakaran itu disebabkan pemiliknya lupa mematikan lilin. “Lilin dibiarkan tetap hidup di meja triplek ketika warungnya sudah tutup. Sehingga, warung itu terbakar. Masyarakat tidak berani mendekat karena di dalamnya ada tabung elpiji,” ujarnya.

Syukur, tabung elpiji itu tidak meledak. Tabung yang berada di dalam kotak terbuat dari alumunium itu hanya panas. “Kami sarankan masyarakat kalau meninggalkan rumah, warung, dan sebagainya untuk dicek dulu sebelum ditinggal,” ujarnya.

(br/fun/hil/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia