Sabtu, 21 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Dipaksa Kawin Lagi

Minggu, 24 Sep 2017 10:00 | editor : Radfan Faisal

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Memiliki buah hati memang menjadi dambaan setiap pasangan yang baru menikah. Namun, jika sampai 7 tahun tak kunjung mendapat keturunan, akhirnya membikin rumah tangga goyah.

Inilah yang terjadi pada rumah tangga Tole (nama samaran), 36 dan Minthul (juga nama samaran), 35, warga Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Karena Minthul tidak kunjung hamil, mertuanya pun menyuruh anak laki-lakinya kawin lagi.

Jelas saja Minthul sangat sakit hati. Baginya, anak adalah rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Jika Tuhan belum memberi, dirinya tak akan punya anak.

“Tapi, bagi mertua, tidak punya anak itu adalah salah saya. Saya enggak kuat, akhirnya minggat dan minta cerai saja,” ungkap Minthul lesu.

Minthul mengatakan, dia dan Tole sudah melakukan segala daya upaya sejak awal menikah agar segera punya momongan. Sudah banyak dokter dan pengobatan alternatif yang didatangi. Namun, memang belum ada yang membuahkan hasil.

Karena lama tak dikaruniai anak, Tole dan Minthul akhirnya fokus pada pekerjaan. Mereka sama-sama karyawan perusahaan swasta yang bekerja dari pagi sampai menjelang malam. Bahkan, jika akhir minggu atau akhir bulan, mereka sering lembur.

“Ya, karena selama ini belum dikaruniai momongan, kami berdua lebih fokus ke pekerjaan. Dan, memang enggak pernah ada masalah sebenarnya. Bahkan, rezeki kami bagus,” ungkapnya.

Karena itu, setelah 2 tahun menikah, mereka sudah bisa menempati rumah yang mereka cicil sendiri. Memang kebahagiaan belum lengkap tanpa kehadiran buah hati. Namun, karena dianggap baru menikah, mereka tak terlalu memusingkan.

Tahun demi tahun berlalu, akhirnya sindiran dari teman kerja, tetangga, dan keluarga besar mulai datang. Ini, membuat kuping Minthul panas. Minthul sering dituduh jadi biang kerok karena dinilai lebih memilih karir dan enggan punya anak.

“Bahkan, mertua sering minta saya berhenti kerja saja. Biar enggak capek dan bisa punya anak,” terangnya.

Tentu saja Minthul menolak mentah-mentah permintaan itu. Kalau berhenti kerja, cicilan rumah dan kendaraan tidak akan terbayar. Karena itu, mereka memilih berobat sambil jalan.

Namun, mertua tidak berpendapat begitu. Mertua menyuruh Tole menikah lagi agar segera memiliki keturunan. Apalagi, usia Minthul yang sudah pertengahan 35, dinilai makin sulit memiliki anak.

Yang membuat Minthul makin sakit hati, ternyata Tole lama-lama terpengaruh juga. Dia bahkan meminta izin kepada Minthul untuk menikah lagi.

“Katanya dia pengen segera punya anak dan ikut-ikutan menyalahkan saya karena enggak bisa hamil. Gak tahan lagi terus bertengkar, saya minggat dan akhirnya memilih cerai ke Pengadilan Agama Bangil,” pungkasnya.

(br/eka/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia