Sabtu, 21 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Minta Istri Berhenti Kuliah

Kamis, 07 Sep 2017 10:45 | editor : Muhammad Fahmi

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Janji Tole (nama samaran), 33, warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan untuk membiayai pendidikan Minthul (juga nama samaran), 25, istrinya, sampai bergelar sarjana, ternyata hanya manis di bibir saja. Belakangan, Tole meminta sang istri berhenti kuliah lantaran tak sanggup membiayai.

Minthul mengatakan, menjadi sarjana adalah keinginannya sejak dulu. Karena orang tuanya tak mampu membiayai, Minthul berusaha membiayai sendiri kebutuhan kuliah dengan bekerja. Ia pun mengambil jam malam untuk kuliahnya. “Saya kerja pabrik pagi sampai sore, terus lanjut kuliah. Ini, sudah berjalan setahun sebelum menikah,” ungkapnya.

Selama bekerja, dirinya memang kenal dan dekat dengan Tole. Suaminya itu lulusan SMA dan bekerja di pabrik. Tole, menurut Minthul, tak ada keinginan untuk meningkatkan pendidikan. Alasannya, ijazah SMA yang dimilikinya saat ini, sudah cukup untuk mencari kerja dan bisa membiayai hidupnya.

“Tapi, saya kan gak mau kayak gitu. Saya pengen maju. Tole sendiri sudah tahu keinginan saya itu,” katanya. Sempat 2 tahun pacaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Minthul mengajukan syarat sebelum menikah. Tole harus membiayai kuliah Minthul sampai lulus menjadi sarjana.

Sampai akhirnya, keduanya mengikat janji. Tak lama kemudian, Minthul hamil. Kesibukan kerja dan kuliah, memang cukup menguras tenaganya. Karena khawatir ada apa-apa dengan bayinya, akhirnya Minthul berhenti bekerja. Minthul mengatakan, enggan meninggalkan bangku kuliah karena sudah berjalan setahun.

Akhirnya, Tole menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Minthul mengakui, kondisi itu cukup berat bagi keuangan mereka. Apalagi, kebutuhan bayi dan biaya kuliah Minthul cukup mahal. Karena itu, seringkali mereka meminta orang tua jika benar-benar tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya memang malu, tapi bagaimana lagi, semuanya butuh duit. Karena saya juga repot urus anak, jadi sulit untuk kerja lagi,” terangnya. Di tengah kekurangan ekonomi itulah, Tole beberapa kali meminta Minthul berhenti kuliah. Minthul terang saja menolak keinginan tersebut. Terlebih, Tole sudah berjanji akan membiayai sampai lulus.

Namun, hal itu justru membuat kondisi rumah tangga mereka berantakan. Pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi. Terakhir, karena Tole ngotot agar Minthul berhenti kuliah, Minthul ngamuk dan memilih minggat. “Saya kecewa dan tak nyaman terus bersama. Saya pilih cerai saja karena suami tak mendukung saya lagi,” katanya menggerutu.

(br/eka/rf/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia