Jumat, 20 Jul 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Uang Kiriman Istri Ludes di Meja Judi

Senin, 04 Sep 2017 05:00 | editor : Radfan Faisal

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Kelakuan Tole (nama samaran), 42, warga Sukorejo, Pasuruan ini tidak layak ditiru. Betapa tidak, ia menghabiskan uang kiriman Minthul (juga nama samaran), 39, yang bekerja di luar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di meja judi. Tak hanya judi, Tole juga menghabiskan uang kiriman itu untuk mabuk.

Minthul benar-benar kecewa dengan kelakuan suaminya itu. Padahal, kepergiannya ke Malaysia untuk menghidupi keluarganya. “Padahal niat saya agar ada uang untuk kebutuhan keluarga. Eh, suami malah gak tahu diri dengan menghamburkan uang hasil jerih payah saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Minthul sendiri adalah ibu rumah tangga biasa. Setelah menikah dengan Tole sekitar 15 tahun yang lalu, Minthul memilih berhenti resign dari pekerjaannya di pabrik. Sehingga Tole lah sebagai satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga.

Tapi sayangnya, 8 tahun yang lalu, Tole dipecat dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik. Hal ini jelas membuat ekonomi keluarga jadi carut marut. Apalagi mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Tole memang tidak tinggal diam, ia sudah mencari kerja kesana kemari namun tak ada hasil.

“Akhirnya ya kerja serabutan, jadi tukang, cari rumput, pokoknya cari duit,” ungkapnya. Namun, dengan kerja serabutan seperti itu, hasilnya tidak banyak. Apalagi kerjaannya memang menunggu panggilan dan tak setiap hari ada.

Karenanya, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Tole dan Minthul terpaksa utang ke saudara dan tetangga. Malu terus-terusan jadi beban saudara, Minthul kemudian mencari cara agar bisa kerja di luar negeri. Untuk bekerja di luar negeri, tentu butuh biaya. Lagi-lagi Minthul harus berutang agar bisa memenuhi segala persyaratan adiministrasi yang dibutuhkan.

Akhirnya, setelah mengikuti pelatihan, Minthul berangkat ke Malaysia. Setelah bekerja di luar negeri, utang dan kebutuhan keluarga lambat laun bisa teratasi. Hanya saja, selama 7 tahun bekerja di negeri jiran, Minthul mengaku tak pernah pulang. “Ya untuk menghemat ongkos juga, jadi lebih memilih gak pulang meskipun lebaran,” ungkapnya.

Selama ini, Minthul hanya berhubungan lewat telepon dengan suaminya. Ia juga percaya jika suaminya tidak akan aneh-aneh. Namun, kepercayaan Minthul ternyata disalahgunakan Tole. “Dari saudara ada yang lapor, katanya rumah sudah digadaikan. Saya kaget, wong selama ini gak ada masalah kok rumah sampai digadaikan,” ungkapnya.

Informasi tersebut membuat Minthul gelisah. Akhirnya, ia memutuskan pulang untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah pulang, kagetlah Minthul bahwa hampir semua barang di rumah juga sudah banyak yang ludes. Ternyata selama Minthul pergi, suaminya terjerumus pergaulan yang salah bahkan sampai sering mabuk dan judi. Sehingga, kiriman Minthul malah dihambur-hamburkan untuk aktivitas negatif tersebut.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia