alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Nilai Plus Desain Tempat Sampah Jadi Pertimbangan Juri

PASURUAN, Radar Bromo – Dewan juri menemukan karya-karya terbaik peserta lomba desain tempat sampah. Baik dari sisi konstruksi maupun estetikanya. Sulit menentukan pemenang.

Lomba desain tempat sampah merupakan rangkaian Anugerah Kampung Hebat 2021. Yaitu, lomba lingkungan kampung yang bersih dan hijau serta lomba karya tulis. Kemarin (24/9), dewan juri menilai karya-karya desain tempat sampah yang masuk. Penjurian dilaksanakan di Kantor Radar Bromo Pasuruan.

Dewan juri terdiri atas Any Wulandari dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan; Gatot Budiono dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan; serta Achmad Syaifudin dari Radar Bromo.

Salah satu konten yang wajib ada dalam karya itu adalah logo Pasuruan Kota Madinah dan Lisa Bunga (Lihat Sampah, Ambil, Buang pada Tempatnya). Yang tidak kalah penting, desain itu harus bisa diaplikasikan sebagai model tempat sampah di Kota Pasuruan.

Juri dari Dinas Lingkungan Hidup Any Wulandari mengatakan, sebagian besar desain yang masuk sudah bagus. Namun, karena desain tempat sampah ini adalah desain produk, karya yang akan dipilih dewan juri masih bisa disesuaikan lagi jika akan diproduksi.

”Ada yang konstruksinya kurang pas. Ada juga yang estetika bagus. Tapi, juga kami lihat apakah petugas kebersihan tidak sulit mengambil sampahnya dengan desain itu,” terangnya.

Jadi, ada berbagai kriteria dan pertimbangan juri. Selain aspek estetika, fungsi, desain, dan biaya juga menjadi penilaian dewan juri dalam menentukan pemenang.

PASURUAN, Radar Bromo – Dewan juri menemukan karya-karya terbaik peserta lomba desain tempat sampah. Baik dari sisi konstruksi maupun estetikanya. Sulit menentukan pemenang.

Lomba desain tempat sampah merupakan rangkaian Anugerah Kampung Hebat 2021. Yaitu, lomba lingkungan kampung yang bersih dan hijau serta lomba karya tulis. Kemarin (24/9), dewan juri menilai karya-karya desain tempat sampah yang masuk. Penjurian dilaksanakan di Kantor Radar Bromo Pasuruan.

Dewan juri terdiri atas Any Wulandari dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan; Gatot Budiono dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan; serta Achmad Syaifudin dari Radar Bromo.

Salah satu konten yang wajib ada dalam karya itu adalah logo Pasuruan Kota Madinah dan Lisa Bunga (Lihat Sampah, Ambil, Buang pada Tempatnya). Yang tidak kalah penting, desain itu harus bisa diaplikasikan sebagai model tempat sampah di Kota Pasuruan.

Juri dari Dinas Lingkungan Hidup Any Wulandari mengatakan, sebagian besar desain yang masuk sudah bagus. Namun, karena desain tempat sampah ini adalah desain produk, karya yang akan dipilih dewan juri masih bisa disesuaikan lagi jika akan diproduksi.

”Ada yang konstruksinya kurang pas. Ada juga yang estetika bagus. Tapi, juga kami lihat apakah petugas kebersihan tidak sulit mengambil sampahnya dengan desain itu,” terangnya.

Jadi, ada berbagai kriteria dan pertimbangan juri. Selain aspek estetika, fungsi, desain, dan biaya juga menjadi penilaian dewan juri dalam menentukan pemenang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/