Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalami Program Masing-masing Lembaga Sekolah saat Juri Pesona Dikdaya Berkunjung

I
Penulis: Inneke Agustin❯
HARI KEDUA: Tim Dewan Juri Burhan (kanan) didampingi Bebun Kasi Peserta Didik dan Pendidikan Karakter mengamati aksi Heny, siswi kelas 6 SDN Temenggungan memainkan gitar yang dipajang di kelas.
HARI KEDUA: Tim Dewan Juri Burhan (kanan) didampingi Bebun Kasi Peserta Didik dan Pendidikan Karakter mengamati aksi Heny, siswi kelas 6 SDN Temenggungan memainkan gitar yang dipajang di kelas.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kunjung lapang ajang Penganugrahan Sekolah Nyaman dan Asri (Pesona) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) 2024 memasuki hari kedua.


Advertisement

Selasa (23/4), para juri mengunjungi 2 lembaga yaitu SDN Temenggungan di Kecamatan Krejengan dan SMPN 1 Leces.

Salah satu juri Pesona Dikdaya 2024, Akhmad Arief Hermawan mengatakan bahwa giat kunjung lapang, ada beberapa hal yang dicek oleh dewan juri.

"Sesuai isi instrumen yang telah kami buat. Kami ingin memastikan kondisi di setiap ruangan dan halaman sekolah," katanya.

Advertisement

Ia melakukan pengecekan ke ruang kelas, ruang guru, dan ruang pendukung lainnya seperti kantin, UKS, musala, kamar mandi, dan perpustakaan.

SEMANGAT: Tim juri didampingi guru SMPN 1 Leces mengamati budi daya lele memanfaatkan lahan depan kelas SMPN 1 Leces.
SEMANGAT: Tim juri didampingi guru SMPN 1 Leces mengamati budi daya lele memanfaatkan lahan depan kelas SMPN 1 Leces.

"Apakah sudah dipastikan bersih, asri, aman, nyaman, dan sebagainya," tuturnya.

Selain mengecek, kata Arief, pihaknya juga melakukan pendalaman terhadap program-program sekolah yang sebelumnya telah dipaparkan.

"Apakah program tersebut merupakan program spontanitas atau program yang memang telah diputuskan bersama,” katanya.

Advertisement

“Termasuk sumber pendanaannya seperti apa. Apakah berdampak pada transformasi pendidikan atau tidak. Hal tersebut kami gali melalui wawancara dengan para pihak yang bersangkutan termasuk guru-guru" ungkapnya.

Arief juga menjelaskan bahwa tim juri juga melakukan penilaian dari segi dampak pada karakter siswa.

"Kami lakukan melalui wawancara dengan para murid. Alhamdulillah dari dua lembaga ini memiliki hal yang dapat ditonjolkan masing-masing. Contohnya di SMP 1 Leces memanfaatkan irigasi untuk kolam ikan lele sekaligus sebagai antisipasi banjir," kata Arief.

Kunjung lapang ini masih akan berlanjut hari ini dan besok. Tim juri akan mengamati program-program di tiap lembaga sekolah. (gus/fun)

Advertisement

Artikel Terkait

Kabag Hukum Pemkab Probolinggo yang Terjerat Korupsi KONI Kota Pasuruan Belum Bisa Pensiun Dini

Kabag Hukum Pemkab Probolinggo yang Terjerat Korupsi KONI Kota Pasuruan Belum Bisa Pensiun Dini

Rencana pensiun dini Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo Adhy Catur Indra Bawono, belum bisa direalisasikan.

Jadi Tersangka Korupsi KONI Kota Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolingggo Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Korupsi KONI Kota Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolingggo Diberhentikan Sementara

Pemberhentian sementara itu berdampak pada hak kepegawaian Adhy Catur Indra Bawo.

Jalan dan Plengsengan Jembatan Andungbiru Tiris Retak Setelah Diguyur Hujan

Jalan dan Plengsengan Jembatan Andungbiru Tiris Retak Setelah Diguyur Hujan

Padahal pengerjaan proyek jembatan baru rampung sekitar dua bulan lalu. Kondisi demikian membuat warga khawatir jalan akan ambrol. Jembatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer