Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Juri Pendekar Dikdaya Harus Gali Informasi hingga Interaksi dengan Siswa

J
Penulis: Jamaludin❯
INKLUSIF: Juri Pendekar Dikdaya melihat proses pembelajaran berkarakter pada siswa inklusi di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Selasa (23/4).
INKLUSIF: Juri Pendekar Dikdaya melihat proses pembelajaran berkarakter pada siswa inklusi di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Selasa (23/4).

INFORMASI akurat terus digali tim juri ajang Pemimpin Pembelajaran Dedikasi Etika, Akhlak Mulia dan Karakter (Pendekar) Dikdaya.


Advertisement

Penggalian informasi itu dilakukan pada tahapan kunjungan lapang, untuk mencari kesesuaian antara data yang disampaikan masing-masing kepala sekolah pada tahapan sebelumnya dengan fakta yang ada dilapangan.

Selasa (23/4) kunjungan lapang pada ajang gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo bekerja sama Jawa Pos Radar Bromo itu, memasuki hari kedua.

Ada dua lembaga pendidikan yang kemarin dikunjungi. Yakni, SDI Muhammadiyah I Paiton dan SMP Bhakti Pertiwi Paiton. Kunjungan di tiap sekolah dilakukan sekitar 45 menit.

Advertisement

Suwanto, Pengawas SD yang merupakan salah satu juri Pendekar Dikdaya mengatakan, agar lebih akurat dan jujur, dalam kunjungan lapang itu, tim juri juga melakukan interaksi dengan siswa termasuk melakukan tanya jawab.

“Kami juga melakukan tanya jawab dengan siswa, terkait pembelajaran etika dan akhlak mulia. Biasanya kalau siswanya jujur dan apa adanya,” katanya.

Tak hanya berinteraksi dengan siswa. Tim juri juga melihat langsung proses pembelajaran di kelas hingga pengembangan karakter anak didiknya.

Advertisement

Di antaranya melihat implementasi dari program 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun). Termasuk penyambutan guru kepada siswa di pagi hari.

“Kami juga melihat langsung kebiasaan siswa ketika melintas atau berjalan didepan guru. Misalnya, ketika menaiki sepeda menuju parkiran, apakah turun dari sepeda ketika ada guru didepannya, ataukah sepedanya dituntun hingga ke parkiran,” katanya.

“Kami lihat bagaimana sekolah membangun pendidikan karakter anak didiknya di sekolah,” katanya.

“Dari dua hari kunjungan lapang, memang sudah ada kesesuaian. Pengembangan karakter anak didik juga terlihat. Ada yang bagus, ada juga yang kurang. Dan ini merupakan hal biasa. Harapannya, melalui ajang Pendekar ini, pengembangan karakter anak didik kedepan semakin bagus,” imbuhnya. (uno/*)

 

Kunjungan Lapang Pendekar Dikdaya, Selasa (23/4)

  1. SD Muhammadiyah 1 Paiton
  2. SMP Bhakti Pertiwi Paiton

Advertisement

Artikel Terkait

Polemik KDKMP Kandangjati Kulon Kraksaan, Pemkab Probolinggo Bakal Bongkar Bangunan

Polemik KDKMP Kandangjati Kulon Kraksaan, Pemkab Probolinggo Bakal Bongkar Bangunan

Opsi pembongkaran gedung mulai dipertimbangkan karena penyelesaian sengketa lahan dinilai membutuhkan waktu lama.

Kabag Hukum Pemkab Probolinggo yang Terjerat Korupsi KONI Kota Pasuruan Belum Bisa Pensiun Dini

Kabag Hukum Pemkab Probolinggo yang Terjerat Korupsi KONI Kota Pasuruan Belum Bisa Pensiun Dini

Rencana pensiun dini Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo Adhy Catur Indra Bawono, belum bisa direalisasikan.

Jadi Tersangka Korupsi KONI Kota Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolingggo Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Korupsi KONI Kota Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolingggo Diberhentikan Sementara

Pemberhentian sementara itu berdampak pada hak kepegawaian Adhy Catur Indra Bawo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer