
KRAKSAAN, Radar Bromo - Ajang Dikdaya Mencari Bakat (DMB) kian mendekati puncak.
Puluhan pendamping nomine bersama panitia melaksanakan technical meeting Kamis (18/4).
Sebanyak 60 nomine dari jenjang SD dan SMP siap menampilkan langsung bakatnya.
Technical meeting dilaksanakan ruangan Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tecnical meeting diikuti 60 pendamping para nomine DMB, Kabid Pembinaan SD, Kabid Pembinaan SMP, Perwakilan Juri DMB serta dari tim Jawa Pos Radar Bromo.
Kepala Dinas Dikdaya Dwijoko Nurjayadi mengatakan bahwa dari video yang telah diterima dan dinilai oleh dewan juri, rupanya anak didik memiliki banyak banyak bakat dan potensi.
Karena itulah sebelum menampilkan bakat secara langsung pendamping nomine dapat lebih memoles karya dan bakat tersebut. Sehingga penampilan nomine lebih menghibur dan menarik untuk disaksikan.
“Banyak bakat yang ditampilkan oleh nomine. Pendamping supaya bisa lebih memoles dan mempersiapkan segala hal sebelum tampil pada panggung spektakuler Dikdaya mencari bakat,” katanya saat memberikan pengarahan.
Dewan juri telah melaksanakan rapat pleno mengelompokkan bakat terbaik nomine DMB.
Hasilnya, sebanyak 60 nomine terbaik dari 30 nomine jenjang SD dan 30 nomine jenjang SMP dikelompokkan sesuai dengan bakat yang ditampilkan. Dalam technical meeting tersebut, dibahas peraturan saat pelaksanaan kegiatan.
Termasuk persiapan yang harus dilakukan oleh nomine serta durasi yang diberikan kepada setiap nomine untuk tampil.
Puluhan nomine nanti akan tampil secara langsung bergantian sesuai dengan jadwal Senin (29/4) untuk SD dan Selasa (30/4) untuk SMP.
“Selain penampilan nomine kami juga telah mempersiapkan hadiah untuk suporter yang kreatif. Sebab suporter memiliki peranan penting untuk meningkatkan kepercayaan diri nomine,” tandasnya.
Dwijoko menambahkan, ajang DMB ini bukan hanya sekedar ajang menampilkan bakat saja.
Tetapi ajang yang memiliki tahapan dan proyeksi jangka panjang. Nomine atau anak didik yang telah dipoles dan tampil diharapkan nantinya dapat ambil bagian dalam ajang bakat di tingkat provinsi maupun nasional.
Karena itulah perlu ada perhatian serius kepada anak didik. Memberikan perlakuan khusus berupa kebebasan ruang dan waktu untuk mengembangkan bakatnya.
Baik latihan maupun lomba. Jika hal tersebut tidak diberikan maka bakat tidak akan berkembang.
“Prestasi bukan hanya pada bidang akademik. Prestasi juga bisa dilakukan pada bidang non akademik salah satunya bakat-bakat potensial yang dimiliki oleh anak didik. Tentunya prestasi dalam bakat non akademik juga perlu didukung agar bisa berkembang. Harapannya tidak hanya mengharumkan nama sekolah tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (ar/fun)

