
KRAKSAAN, Radar Bromo - Tim juri Inovasi, Kreasi Pembelajaran Bermakna Berkarakter (Ikrar) dan Pemimpin Pembelajaran Dedikasi Etika, Akhlak Mulia dan Karakter (Pendekar) telah merampungkan penilaian.
Semua berkas portofolio naskah dan video dari peserta sudah diperiksa dan diteliti, Senin (4/3).
Di saat bersamaan tim juri melakukan pleno nomine pada dua ajang tersebut. Saat pleno, tim juri memaparkan hasil penilaian yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Sekrtaris, serta semua Kabid di jajaran Dinas Dikdaya.
“Juri telah memparkan keseluruhan berkas yang masuk. Tidak hanya itu, tim juri melalukuan evaluasi dan penilaian. Akhirnya temukan 10 nomine terbaik di tiap-tiap jenjang tersebut,” kata panitia ajang Pendekar dan Ikrar Dikdaya Didik Purwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, total ada 497 pendaftar pada pendekar dan Ikrar Dinas Dikdaya.
Terdiri dari 212 pendaftar Pendekar, dengan rincian jenjang SD 135 dan jenjang SMP 77, pendaftar. Kemudian 285 pendaftar Ikrar, dengan rincian jenjang PAUD 31, jenjang TK 47, jenjang SD 110, dan jenjang SMP 97 pendaftar.
Setelah penjurian, para nomine akan memasuki tahap selanjutnya yakni presentasi.
“Presentasi dari para 10 nomine terbaik ini akan dilakukan 18-21 Maret mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, Anugerah Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan semangat bagi dunia pendikan.
Untuk Ikrar Dikdaya bertujuan sebagai upaya menciptakan kompetisi inovasi pembelajaran baru para guru.
Mengingat, para pesertanya merupakan unsur guru. Mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP.
“Selama ini para guru sudah melakukan inovasi, namun belum ada di kompetisinya. Ikrar Dikdaya ini juga untuk bisa diikuti oleh seluruh guru, baik yang ada di pelosok desa maupun di perkotaan. Semuanya boleh ikut,” katanya.
Tujuan lainnya, untuk menumbuhkan inovasi para guru. Sehingga dengan adanya anugerah ini para guru dapat lebih bersemangat dalam melakukan inovasi di sekolah.
“Menumbuhkan inovasi dalam pembalajaran. Harapannya, mereka yang dinobatkan sebagai yang terbaik bisa menambah semangat para guru lain. Selain itu inovasinya dapat berimbas kepada proses pembelajaran sisiswa dan siswi di sekolah,” bebernya.
Sementara itu, untuk Pendekar Dikdaya sendiri, Dwijoko menyebutkan, ajang tersebut dapat membangkitkan semangat para guru yang ada di sekolah melalui pemimpin yang inovatif.
Sebab Pendekar Dikdaya ini diikuti oleh para kepala sekolah SD dan SMP negeri dan swasta di bawah naungan Dinas Dikdaya.
“Kepala sekolah merupakan pimpinan di sekolah tersebut. Tentu dibutuhkan kepala sekolah yang visioner, sehingga bisa memanajemen sekolahnya dengan baik. Membangun para dewan gurunya dengan baik. Dan membawa suasana nyamanan bagi siswa. Sehingga siswa merasa bahwa sekolah adalah rumah keduanya,” jelasnya.
Dua anugerah atau ajang yang diselenggarakan Dinas Dikdaya ini diungkapnya merupan rangkaian memperingati hari pendidikan nasional pada 2 Mei nanti. Ia pun berharap para pesertanya bisa memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan. (mu/fun)
