Keseruan Forkopimda Kabupaten Probolinggo Main Ludrukan bareng Cak Percil Cs

KRAKSAAN, Radar Bromo - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo tidak mau kalah. Mereka ikut memeriahkan rangkaian Pentas Seni Budaya di Alun-alun Kraksaan, Selasa (5/9) malam. Mereka tampil dalam Ludrukan Vaganza bersama Cak Percil Cs dan Gamelan Campursari Gita Nada.
Acara itu pun berlangsung meriah dan unik dengan menampilkan lakon “Adipati Djoyonegoro; Asal-usul Sejarah Nama Probolinggo”.
Meskipun latihan singkat, hanya tiga kali, namun penampilan para pejabat ini mampu menghibur masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya yang hadir menonton.
Ada Sekda Ugas Irwanto yang menjadi Patih Banger (nama Probolinggo dulu), Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan I Made Yuliada menjadi Adipati Djoyonegoro KW 2, yang sejatinya diperankan oleh Bupati Probolinggo H.A. timbul Prihanjoko.
Lalu Kajari Kabupaten Probolinggo David P. Duarsa, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arm Heri Budiasto, dan Ketua DPRD Andi Suryanto Wibowo. Mereka masing-masing berperan sebagai Pengageng Projo di masing-masing bidang di Kadipaten Banger. Seperti Kesehatan, Hukum, Pendidikan, dan lain-lain. Sejumlah kepala OPD dan asisten di lingkungan Pemkab Probolinggo juga ikut menjadi Pengageng Projo.
Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo ini dibuka pukul 19.45. Diawali oleh penampilan gamelan Campursari Gita Nada. Ratusan penonton pun hadir, mulai anak-anak hingga orang tua. Mereka menyaksikan acara hingga selesai pukul 23.30.
Sekda Ugas dalam lakon itu menyampaikan beberapa progres pembangunan yang dicapai Pemkab Probolinggo. Mulai laporan tentang perkembangan infrastruktur jalan, kesehatan, dan pendidikan.
Bahkan, digelar launching Ayo Kembali ke Sekolah dan penandatanganan prasasti cagar budaya di Kabupaten Probolinggo oleh Sekda Ugas Irwanto didampingi Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
Sekda Ugas mengatakan, Pentas Seni Budaya merupakan wujud pertunjukan seni dan kebudayaan dalam berbagai bentuknya. Seperti pertunjukan seni musik, tarian, drama, teater, ataupun ludrukan.
“Ini merupakan bukti kecintaan kita, masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam melestarikan nilai-nilai budaya bangsa. Yang pada gilirannya akan menumbuhkan dan memupuk sikap positif. Seperti etos kerja, integritas, toleransi, kerukunan, dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menyampaikan, Pentas Seni Budaya dengan lakon Ludrukan Kraksaan Vaganza merupakan rangkaian dari Festival Lomba Seni Tari Kreasi dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
“Panggung seni budaya merupakan bagian dari bentuk apresiasi terhadap seluruh potensi seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo. Kita memberikan wadah dan panggung kepada manusia karena kecerdasan manusia tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga nonakademik berupa tari,” ujarnya.
Dalam acara itu juga diserahkan penghargaan kepada pemenang KESIT dan Festival Lomba Seni Tari Kreasi. (mu/hn)


