
KRAKSAAN, Radar Bromo - Tindak lanjut pelaksanaan Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) terus dilakukan. Sebanyak 250 guru pada satuan pendidikan melaksanakan pelatihan penyusunan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi Senin (4/9).
Simulasi ANBK tidak berhenti hanya pada tahap pelaksanaan dan evaluasi hasil. Rangkaian tindak lanjut pasca kegiatan terus dilakukan. Dari evaluasi yang telah dilakukan perlu peningkatan keterampilan guru dalam menyusun AKM khususnya literasi dan numerasi yang saat ini masih belum memuaskan.
"Kami berikan pelatihan agar guru atau satuan pendidikan bisa lebih paham. Ini merupakan tidak lanjut dari simulasi ANBK yang sebelumnya sudah dilaksanakan," kata Excecutive Partner Edubrand Jawa timur dan Bali Rofiq.
Pelatihan dilaksanakan secara online. Peserta yang mengikuti juga cukup antusias. Terdapat 250 guru pada satuan pendidikan ikut dalam pelatihan secara zoom tersebut. Penyusunan soal AKM untuk Literasi dan Numerasi. Dilakukan bertujuan agar guru dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran. Tidak hanya itu kedepannya juga dapat membiasakan peserta didik dengan soal-soal berbasis AKM.
Simulasi ANBK yang merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Jawa Pos Radar Bromo, dan Edubrand. Memiliki manfaat yang baik di dalam dunia pendidikan. Hasil dari kegiatan dapat menjadi bahan evaluasi. Baik evaluasi pada tingkat sekolah.
Selain itu juga pelatihan kepada guru. Sehingga siswa yang hasilnya kurang memuaskan bisa dibimbing lebih ekstra. Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat menyusun kebijakan yang tepat untuk kemajuan pendidikan.
"Tindak lanjut rangkaian kegiatan dari peningkatan mutu satuan pendidikan beserta kompetensi peserta didik melalui program Simulasi ANBK. Secara bertahap kami lakukan," pungkasnya. (ar/fun)
